Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang paling sering digunakan oleh masyarakat indonesia, sehingga ketersediaannya harus tetap terjaga. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran khusus untuk menggenjot produksi Bawang Merah di berbagai sentra.

Data Kementan menyebutkan, dengan rencana penambahan luas tanam menjadi 151.919 hektare di tahun 2017 ini, dapat diprediksikan produksi bawang merah tahun ini akan meningkat menjadi 1,51 juta ton (belum memperhitungkan susut). Jika hal ini terjadi, dapat dipastikan stok bawang merah di Indonesia mengalami surplus yang dapat beresiko jatuhnya harga bawang merah dan merugikan petani.

Untuk menghindari hal tersebut, Kementan memfasilitasi para petani di daerah sentra produksi dengan teknologi “Instore Drying”. Teknologi ini untuk menangani adanya panen melimpah ditingkat petani, sehingga bawang merah memungkinkan dapat disimpan lebih lama.

Dengan adanya teknologi tersebut, dapat mengantisipasi tingginya kerusakan bawang merah sekaligus dapat meningkatkan umur simpan sehingga kestabilan harga bawang merah pada saat puncak panen dapat terkendali.
Pada saat panen raya dengan harga bawang merah yang relatif murah, petani dapat menyimpan sebagian hasil panennya tanpa khawatir akan tingkat kerusakannya. Sedangkan pada saat harga melambung tinggi, penjualan bawang merah dapat dilakukan dalam rangka untuk menjaga kestabilan harga pasar.

Instore drying merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat untuk mengeringkan sekaligus menyimpan bawang merah. Bangunan tersebut dilengkapi alat aerasi berupa ballwind, atap terbuat dari fiberglass, tungku pemanas berbahan bakar kayu, dengan dua buah blower penghisap berkecepatan 1400 rpm. Suhu pengeringan didalam instore drying berkisar 39 sampai 48°C dengan kelembaban 41 sampai 52 persen.

Beberapa keunggulan dari teknologi ini yaitu dapat menekan tingkat kerusakan bawang merah hingga 10 persen saat penyimpanan, mempertahankan warna dan tekstur bawang merah serta dapat meningkatkan daya simpan dari empat minggu dengan penyimpanan tradisional menjadi tiga bulan. 
Saat proses pengeringan, tingkat kerusakan bawang yang menggunakan teknologi instore drying sebesar 0,83 persen, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tingkat kerusakan yang terjadi dengan cara pengeringan tradisional yaitu 3,82 persen.

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us