BOGOR – Kementerian Pertanian kembali menambah jumlah profesor risetnya menjadi 135 orang dengan dikukuhkannya tiga peneliti Balitbangtan oleh Kepala LIPI di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, pada Senin (11/12/2018). Peneliti yang dikukuhkan menjadi profesor riset adalah Dr. Ahsol Hasyim, MS,  Dr. Ir. Gunawan, MS. dan Dr. Ir. Rubiyo, M.Si. Ketiga profesor riset yang dikukuhkan memiliki bidang ahli yang berbeda beda diantaranya bidang hortikultura, Peternakan dan Perkebunan.

Prof. Dr. Ahsol Hasyim, MS, dengan judul orasi “Inovasi Teknologi Pengendalian Hama Ramah Lingkungan Pada Tanaman Buah dan Sayuran”. Prof. Dr. Ahsol Hasyim, MS telah berhasil mengembangkan Pengendalian Hama Terpadu Ramah Lingkungan (PHT-RL) yang telah diimplementasikan pada tanaman buah dan sayuran. Pengendalian Hama Terpadu Ramah Lingkungan (PHT-RL) pada tanaman buah dan sayuran, sebagai derivasi PHT yang menekankan pada aspek keberlanjutan eksosistem dan sumberdaya secara keseluruhan, serta mengutamakan pemanfaatan sumberdaya lokal atau in-situ, terutama sumberdaya hayati. Hasil penelitian ini berdampak positif menurunkan residu pestisida, terutama pada umbi bawang merah dan buah cabai, serta meningkatkan keanekaragaman hayati fauna di pertanaman dan meningkatkan populasi musuh alami. Inovasi tersebut berpotensi menjawab tuntutan peningkatan produksi, persyaratan kualitas, keamanan pangan dan daya saing untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Kepada Prof. Dr. Ahsol Hasyim, MS Pada sambutan Menteri Pertanian yang diwakili Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan dan Sumberdaya Manusia Pertanian (PPSDMP) Ir Momon Rusmono memberikan tantangan untuk menyusun strategi dan langkah-langkah praktis dalam implementasi pemikiran saudara dalam skala luas, terutama implementasi PHT-RL pada buah dan sayuran, untuk mewujudkan upaya kita dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing buah serta sayuran dalam kerangka pasar bebas ASEAN. Ini akan jadi acuan Ditjen Hortikultura dalam memacu pengembangan beragama komoditi hortikultura.

Prof. Dr. Gunawan, MS. dengan orasi  berjudul “Inovasi Teknologi Pengolahan Hijauan Pakan Ternak Dan Pakan Tambahan Pada Sapi Potong Untuk Mendukung Swasembada Daging”. Mengembangkan berbagai teknologi pengolahan hijauan pakan ternak yang mampu meningkatkan nutrisi pakan dan sekaligus dapat digunakan sebagai cadangan pakan pada musim kemarau. Hasil penelitian Prof. Dr. Gunawan, MS. telah berkontribusi secara nyata dalam memaju laju pertambahan bobot badan harian sapi potong. Pakan tambahan dan Hijauan Pakan Ternak dengan imbangan 50% : 50% terbukti secara signifikan meningkatkan pertambahan bobot badan harian sapi potong sekitar 0,5 kg/ekor/hari dibandingkan pemberian pakan secara konvensional.

Kepada Prof. Dr. Gunawan, MS Ir Momon Rusmono juga menyampaikan tantangan mengembangkan model penyediaan logistik hijauan pakan ternak yang terintegrasi dengan model pengembangan usaha penggemukan di tingkat petani yang memberikan tingkat keuntungan optimal bagi petani, serta mendorong pengembangan usaha peternakan rakyat. Model ini akan jadi acuan bagi Ditjen Peternakan ke depan.

Profesor riset yang ke -135 yaitu Prof. Dr. Rubiyo, MSi, dengan orasi  berjudul “Perakitan Varietas Kakao Unggul Mendukung Ekspor dan Daya Saing Kakao Indonesia”. Hasil penelitian Prof. Dr. Rubiyo, MSi bermanfaat dalam mendukung percepatan penyediaan benih varietas unggul kakao di tingkat petani. Pengelolaan perkebunan rakyat yang merupakan bagian terbesar dari 1,7 juta hektar pertanaman kakao di Indonesia, pada umumnya belum dilakukan secara intensif dan belum sepenuhnya menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), salah satunya karena masih  menggunakan sumber benih dengan kualitas rendah, sehingga produktivitas dan kualitas kakao yang dihasilkan masih rendah. Oleh karena itu, ketersediaan benih varietas kakao unggul menjadi penting dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas kakao ke depan.

Kepada Prof. Dr. Rubiyo, MSi Menteri Pertanian memberikan tantangan untuk merumuskan langkah-langkah praktis bagi upaya perbanyakan benih unggul kakao serta penggunaannya di tingkat petani. Rumuskan dengan komprehensif dari tingkat kegiatan pemuliaan sampai proses perbanyakan dan implementasi di tingkat petani. Ini akan jadi acuan Balitbangtan dan Ditjen Perkebunan dalam pengembangan kakao ke depan.

“Kita  semua berharap, semoga ketiga Profesor Riset dapat lebih berperan menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam kepakaran, maupun dalam pengembangan jati diri, integritas serta profesionalisme mereka.” Tutup Ir Momon Rusmono mewalili Menteri Pertanian. (Rjs)

Sumber : Balitbangtan

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us