Bawang merah (Allium cepa L. var ascalonicum Backer) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, luas areal produksi bawang merah di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 119 ribu hektar dengan produksi sebesar 1.229.184 ton. Hal ini tidak mengherankan karena bawang merah adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang berfungsi sebagai bumbu masakan sehari-hari bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia. Konsumsi bawang merah perkapita orang Indonesia per tahun adalah sebesar 2.76 kg (BPS, 2012) termasuk tertinggi di dunia. Jika diasumsikan bahwa jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 250 juta jiwa maka kebutuhan Indonesia terhadap bawang merah adalah sekitar 690.000 ton/tahun.

Sentra produksi bawang merah nasional sampai saat ini masih terpusat di beberapa kabupaten di Pulau Jawa seperti Kuningan, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Nganjuk, dan Probolinggo. Daerah sentra produksi bawang merah utama adalah di Propinsi Jawa Tengah yang memasok sekitar 40 % kebutuhan bawang merah nasional, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sulawesi dan Kalimantan.

Masalah utama bawang merah yang sering menimbulkan gap atau fluktuasi harga yang tinggi di pasaran adalah karena tanaman bawang merupakan tanaman musiman sehingga produksinya tidak merata di sepanjang tahun serta losses yang tinggi yang mencapai 20-40% akibat penanganan pascapanen yang kurang tepat.

Buku Teknologi Penanganan Pascapanen Bawang Merah Di Indonesia

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us