Sumut - Pekan lalu berlangsung panen benih biji bawang merah (TSS) di Kebun Percobaan Gurgur, kabupaten Tobasa, Sumatera Utara. Hamparan tanaman bawang dengan bunga (umbel) berwarna putih keabuan membuat decak kagum peserta temu lapang panen TSS. “Bunganya banyak sekali…” ujar bu Yanti, panggilan akrab Ir. Sri Wijayanti Yusuf, MSc Direktur Perbenihan Hortikultura yang sengaja datang untuk melihat keseriusan dan keberhasilan Balitbangtan mengembangkan benih biji bawang merah. Mulai tahun ini, Balitbangtan bersama Dirjen Hortikultura bersama-sama melakukan diseminasi pengunaan TSS untuk secara bertahap mengganti benih umbi menjadi biji dalam penyediaan benih bawang merah nasional. Lebih jauh, Direktur Perbenihan Hortikultura mengatakan bahwa pada tahun 2024 nanti, kita harus mampu menyediakan TSS dari varietas bawang yang disukai petani, seperti Bima Brebes, Biru Lancor, Batu Ijo.

Balitbangtan pada tahun 2016 ini mengembangkan teknologi TSS di dataran tinggi 7 provinsi bersama 7 BPTP, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan dengan supervisi teknologi dari Balitsa. Beragam varietas diujicoba, Bima Brebes, Trisula, Pancasona, Biru Lancor, Batu Ijo, Ketamonca, Superphilip dan Agrihort 1 dan Agrihort 2. Dengan ujicoba di berbagai provinsi tersebut dapat dipilih lokasi yang paling cocok untuk produksi TSS, mengingat biasanya TSS diproduksi di negeri subtropis. Akhir tahun 2016, sudah dapat diketahui lokasi-lokasi yang sesuai untuk produksi TSS, dan teknologi produksinya telah dikuasai oleh BPTP tersebut.

KP Gurgur, salah satu lokasi ujicoba menghasilkan 60 kg/2.000 m2 atau setara 300 kg/ha biji bawang merah varietas Trisula. Hasil ini menggembirakan, yang didukung oleh keunggulan lokasi, meliputi ketinggian sekitar 1.175 mdpl, suhu rata-rata 17-290C, dengan kelembaban rata-rata 85,4% dan curah hujan rata-rata 223 mm, dan tertinggi pada bulan Desember sebesar 759 mm dan terendah pada bulan Mei sebesar 93 mm, serta keberadaan lebah sebagai pollinator karena sekitar 6 ha dari KP Gurgur ditanami kopi. Produksi TSS terbaik hanya pada musim kemarau dan memerlukan waktu hampir 4 bulan.

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us