Balitbangtan berkomitmen tinggi mendukung pertanian daerah dengan membagikan hasil teknologi kepada pengguna. Kota Pagar Alam merupakan salah satu daerah yang berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertaniannya. Untuk mencapai targetnya dan sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, Pemerintah Kota Pagar Alam bekerja sama dengan Balitbangtan telah menandatangani Kesepahaman Bersama tentang Pengembangan Inovasi Pertanian, pada tanggal 26 Februari 2015, di Pagar Alam. Untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman Bersama tersebut, telah diwujudkan dalam kegiatan Laboratorium Lapang Inovasi Pertanian.

Manfaat bagi Balitbangtan dalam kerja sama ini adalah menyebarluaskan dan pengembangan inovasi pertanian sedangkan bagi kota Pagar Alam kerja sama ini bermanfaat untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya dalam budidaya dan perbenihan hortikultura dan tanaman perkebunan yaitu kopi, serta peternakan khusunya budidaya sapi potong berbasis sumber daya local dan perbaikan kandang. Kegiatan yang dilakukan Balitbangtan adalah melakukan pembinaan, pengawalan dan pengembangan produksi tanaman hortikultura, perkebunan dan peternakan, penyediaan benih sumber hortikultura, perkebunan dan peternakan untuk keperluan laboratorium lapang dan pengembangannya di Kota Pagar Alam.

Pada hari Rabu dan Kamis, 25-26 Nopember 2015 telah dilaksanakan pelatihan untuk tanaman Hortikultura di Dempo Utara, yang meliputi budidaya tumpangsari sayuran disampaikan oleh Dr. Agus Thomas, pengelolaan hama dan penyakit disampaikan oleh Ir. Wiwin Setyawati, MS, perbenihan kentang disampaikan Tri Handayani, MSi dan pengelolaan terpadu kebun jeruk sehat disampaikan oleh Sutopo, SP. Pelatihan dihadiri oleh sekitar 40 orang dari 4 kelompok tani. Dibuka oleh Kepala BP3K Bp Darsipa, yang mengapresiasi dukungan Balitbangtan “Petani lebih percaya kalau ilmunya diberikan oleh para Peneliti Balitbangtan” demikian sambutan beliau. Dari Balitbangtan, yaitu Ir. Sulusi Prabawati, MS menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan sebenarnya adalah pembelajaran bersama, selain bermanfaat untuk petani juga bermanfaat bagi para peneliti dalam hal mendapatkan umpan balik teknologi yang diterapkan serta mengetahui sumberdaya local spesifik lokasi.

Diharapkan kegiatan ini berlanjut ditahun 2016, dari Dinastan akan memberikan bantuan bibit jeruk untuk luasan lahan 7 Ha, dan akan didampingi oleh Balitjestro dalam pengelolaan budidaya jeruk khususnya di lahan miring. Perbenihan kentang juga akan dilanjutkan untuk kentang olahan yaitu menggunakan varietas Median yang rencananya akan diserahkan oleh Balitbangtan pada awal Desember 2015.

 

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us