Membuka Pekan Promosi Kreatif Indonesia PPKI

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat membuka Pekan Promosi Kreatif Indonesia (PPKI) Rabu 28 Oktober 2015 di Parkir Selatan Senayan, Jakarta

Pekan Promosi Kreatif Indonesia (PPKI) diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan sebagai implementasi intruksi presiden no.6 tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif, dibuka secara resmi oleh Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga tanggal 28 Oktober – 1 Oktober 2015 di Parkir Selatan Senayan.

Pada sambutannya Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan PPKI ini merupakan bukti komitmen dan konsistensi pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kreatif nasional. PPKI juga merupakan bentuk nyata kolaborasi Triple Helix yang terdiri dari Pemerintah, Bisnis, dan Intelektual (cendekiawan, budayawan, seniman, akademisi), untuk mewujudkan ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi baru Indonesia terlihat dari kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, baik kontribusi PDB, ekspor, jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. Industri kreatif mampu bertumbuh di tengah krisis global bahkan bahkan industri kreatif telah menunjukkan posisi pentingnya dalam struktur perekonomian nasional. Tidak hanya itu, sudah tidak terhitung lagi jumlah produk kreatif dan insan kreatif yang mampu berprestasi di tingkat internasional, yang secara langsung mengangkat Citra Bangsa Indonesia. Sumber daya utama industri ini adalah ide kreatif yang berasal dari warisan budaya dan kearifan lokal, didukung oleh inovasi dan teknologi, sumber daya ini melimpah keberadaannya dari Sabang sampai Merauke. Hal ini meyakinkan kita bahwa industri kreatif berbasis budaya dan teknologi mampu memandirikan bangsa,” paparnya
PPKI tahun 2015 diikuti 125 peserta, meliputi Instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Swasta Nasional, Multinasional dan stakeholder lainnya. Badan Litbang Pertanian ikut berperan aktif pada pameran tersebut dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menuju swasembada pangan dengan menampilkan aneka produk kreatif. Puslitbang Hortikultura menampilkan budidaya jamur tiram Emas sebagai pendukung dan bahan baku industri rumah tangga (keripik jamur, nuget jamur, soup jamur dan lain lain).
Jamur tiram Emas memiliki berbagai keunggulan meliputi warna jamur nan cantik putih keemasan, produksi 600-700 g/baglog. Jamur ini beradaptasi sangat baik di tataran tinggi, sedang dan rendah sehingga bisa dibudidayakan dimana saja, dan penggunaannya sangat luas sebagai sayuran segar, bahan baku industri rumah tangga dan lain-lain.

Kehadiran jamur tiram Emas diharapkan dapat memotivasi masyarakat/pengunjung pameran untuk terus meningkatkan kreativitasnya menciptakan berbagai olahan produk pertanian khususnya jamur sehingga produk pertanian bisa memperoleh nilai tambah yang tinggi dan makin dicintai.

Jamur tiram Emas siap panen

Jamur tiram Emas siap panen

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us