1000 Peneliti dan 100 Profesor Dukung Swasembada

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan kekayaan sumberdaya manusianya yang berkualifikasi khusus di bidang riset saat ini tidak diragukan lagi berperan nyata dalam mewujudkan swasembada pangan. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan menghadiri Sarasehan Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) di Auditorium 3 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) di Bogor menyatakan, bahwa sudah saatnya para profesor turun gunung mensukseskan swasembada (19/5).

Anggota FKPR yang aktif dan peneliti di Balitbangtan yang saat ini jumlahnya lebih dari 1000 peneliti akan dibagi dalam kelompok-kelompok dengan tugasnya terkait kebijakan, menggerakkan, dan memfasilitasi dalam kelompok-kelompok, serta penugasan lain yang akan dieksplisitkan oleh Mentan.

Dalam arahannya, Menteri menekankan pentingnya sumbangan pemikiran dan dukungan nyata para ahli dan pentingnya inovasi teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan untuk diaplikasikan dalam program pencapian swasembada pangan. Menteri mengharapkan para Profesor Riset secara berkala menyampaikan masukan dan pemikiran guna penyempurnaan berbagai kebijakan dan program pembangunan pertanian. Hari ini juga Mentan telah berkenan menandatangani Surat Keputusan tentang Penugasan seluruh Profesor Riset agar dapat terlibat langsung dalam program Upaya Khusus (UPSUS) tujuh komoditas strategis; dalam kesempatan tersebut FKPR juga berkesempatan menyampaikan buku-buku karya FKPR.

Surat penugasan tersebut menunjukkan bagaimana Mentan secara langsung menggerakkan Profesor Riset dan Peneliti Balitbangtan untuk terlibat aktif mendukung swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas komoditas strategis.

Malam sebelumnya dalam arahan yang cukup lugas disampaikan oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Haryono bahwa single vision dari Pemerintah Indonesia dengan menjadikan entitas nasional langsung dari Presiden ke Kabinet. Maka peran Balitbangtan tidak berubah yaitu sebagai badan yang berperan sebagai pendukung Kementan. Namun demikian, academic research, publikasi, research facility, juga tidak berubah.

Demikian juga dengan Profesor Riset dan peneliti berjalan tanpa perubahan. Dan yang terpenting, 'bang'nya perlu digerakkan secara masif. Mengapa, karena memang kita sebagai lembaga penelitian perlu lebih inovatif dan sesuai dgn tagline yang kita punya. Saat ini peran 'bang'nya. Tugas yang akan diberikan oleh Mentan, bahwa teknologi Balitbangtan harus masuk ke agribisnis dan spin off.

10 UPSUS, dimana Balitbangtan diminta mengawal yaitu 1) padi; 2) jagung; 3) kedelai; 4) daging; 5) tebu; 6) bawang merah; 7) cabai; 8) UPSUS kawasan pangan Merauke; 9) Mekanisasi pertanian untuk dapat menggerakan 1) sd 7) dan ke 10 adalah UPSUS dalam rangka integrasi Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) ke dalam sistem agribisnis.
Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

 

 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us