Indonesia Climate Change Education Forum and Expo 2015

JAKARTA – Sektor pertanian dianggap sebagai salah satu sektor yang turut menyumbangkan dampak gas rumah kaca. Saat ini hampir semua negara di dunia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, dengan melakukan adaptasi, untuk menanggulangi atau meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan serta irigasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebagai lembaga riset bidang pertanian terus melakukan penelitian dan kajian dalam rangka melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim tersebut. Berbagai inovasi teknologi telah dihasilkan, dan terus disosialisasikan. Salah satunya melalui Climate Change Education Forum and Expo yang sudah dilaksanakan untuk kali kelima dan dimulai pada Jumat (15/5/2015) di Jakarta.

Kali ini, Balitbangtan menampilkan perangkat uji tanah, perangkat uji pupuk, aneka varietas jagung dan kedelai toleran cekaman iklim, varietas unggul bawang merah, pupuk hayati dan pakan ternak yang dapat mengurangi kadar gas metana yang dihasilkan oleh ternak.

Climate Change Education Forum and Expo dibuka oleh Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim Prof. Rachmat Witoelar dan dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan perwakilan dari negara sahabat, Kementerian/Lembaga dan LSM bidang lingkungan.

Rachmat menjelaskan bahwa edukasi dan penyebaran informasi mengenai isu perubahan iklim sangat penting dilakukan. Dengan pemahaman yang baik, setiap individu dapat memahami permasalahan perubahan iklim dan berbagai dampaknya.

“Jangan sampai Indonesia menunggu hingga terjadi bencana yang fatal, akibat perubahan iklim, baru kemudian bertindak. Semua pihak harus aktif mengendalikan perubahan iklim,” tambahnya.

Kegiatan yang bertema 'Penguatan pembangunan rendah emisi untuk masa depan berkelanjutan dan mendukung Indonesia menjadi poros maritim dunia' ini berlangsung mulai tanggal 14 hingga 17 Mei 2015.

 Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us