Peresmian 100 TSN

Peresmian Program 100 Taman Sains Nasional di Indonesia, Universitas Telkom Bandung (7/5)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (ketiga dari kiri) bersama Menristekdikti, M Nassir, saat pencanangan program nasional pengembangan 100 Taman Sains dan Teknologi, di Bandung, Kamis (7/5) (Foto: Humas Kemenristekdikti).

Bandung, Sains Indonesia - Langit cerah memayungi Kota Bandung. Kecerahanpun menjalar ke ruangan Convention Hall Universitas Telkom, tempat pencanangan 100 Science and Techno Park (Taman Sains dan Teknologi) se-Indonesia, Kamis (7/5). Dengan taman sains ini, Iptek dapat dipelajari dengan gembira.

Gerakan menjadikan sains dan teknologi agar lebih membumi dan memasyarakat bakal kian menguat dengan dibangunnya 100 Taman Sains dan Teknologi di seluruh Indonesia. Anak-anak akan lebih mudah menguasai Iptek karena disampaikan dengan cara yang menarik.

Kini, lembaga riset, badan penelitian dan pengembangan, maupun perguruan tinggi bukan lagi menara gading. Masyarakat umum pun bisa melihatdan menikmati kemajuan sains dan teknologi karya anak bangsa.

Menurut Kepala Badan Litbang Pertanian, Haryono, masyarakat bisa menikmati dan mempelajari sains dan teknologi dengan gembira. Ada unsur wisata edukasi dan hiburan bagi keluarga Indonesia. "Proses transfer pengetahuan dan teknologi, terutama bagi siswa dan kaum muda jauh lebih mudah," ujarnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mulai tahun 2015 berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP). TSTP merupakan sarana akselerasi impact recognition inovasi pertanian, sekaligus terobosan untuk memperderas arus inovasi pertanian kepada masyarakat.

Taman Sains Pertanian

Menurut Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Retno Sri Hartati Mulyandari, tahun ini Kementan mengembangkan Taman Sains Pertanian (TSP) di 5 lokasi Kebun Percobaan Balitbangtan. Kelimanya adalah di Natar (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung), Jakenan (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian), Maros (Balai Penelitian Tanaman Serealia), Banjarbaru (Balai Penelitian Lahan Rawa), dan Sigi (Kebun Percobaan Sidondo-Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah).

Taman Sains sebagai wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi pertanian sekaligus show window dan tempat peningkatan kapasitas pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh dan petani.Sedangkan Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang akan dibangun Kementan tahun 2015 ada di 16 kabupaten/kota. Ke-16 lokasi itu adalah Aceh Besar, Banyuasin, Lima Puluh Kota, Garut, Cirebon, Bogor, Tegal, Gunung Kidul, Lamongan, Pacitan, Tapin, Tanah Laut, Palangkaraya, Timor Tengah Selatan, Bone, dan Banggai.

TTP merupakan wahana implementasi inovasi aplikatif spesifik lokasi yang matang berskala ekonomi (menguntungkan petani) dari hulu ke hilir dengan melibatkan stakeholder terkait. Kementan juga mengembangkan Taman Sains dan Teknologi Pertanian di kompleks penelitian pertanian Cimanggu Bogor, yang berskala nasional. TSTP diharapkan tumbuh dan berkembang dengan mengedepankan kapasitas dan potensi wilayah, sosial budaya, dan kearifan lokal masing-masing wilayah, pungkas Retno.

Sumber : Majalah Sains Indonesia

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us