Ulat Bawang

Serangga dewasa merupakan ngengat dengan sayap depan berwarna kelabu gelap dan sayap belakang berwarna agak putih. Imago betina meletakkan telur secara berkelompok pada ujung daun. Satu kelompok biasanya berjumlah 50 – 150 butir telur. Seekor betina mampu menghasilkan telur rata-rata 1.000 butir. Telur dilapisi oleh bulu-bulu putih yang berasal dari sisik tubuh induknya. Telur berwarna putih, berbentuk bulat atau bulat telur (lonjong) dengan ukuran sekitar 0,5 mm. Telur menetas dalam waktu 3 hari. Larva S. exigua berukuran panjang 2,5 cm dengan warna yang bervariasi. Ketika masih muda, larva berwarna hijau muda dan jika sudah tua berwarna hijau kecoklatan gelap dengan garis kekuningan-kuningan (Gambar 1).
Lama hidup larva 10 hari. Pupa dibentuk pada permukaan tanah, berwarna coklat terang dengan ukuran 15 – 20 mm. Lama hidup pupa berkisar antara 6 – 7 hari (Fye and Mc Ada 1972). Siklus hidup dari telur sampai imago adalah 3 – 4 minggu. Larva S. exigua mempunyai sifat polifag (pemakan segala). Gejala serangan yang ditimbulkan oleh ulat bawang ditandai oleh adanya lubang-lubang pada daun mulai dari tepi daun permukaan atas atau bawah (Gambar 2).
Tanaman inang antaranya lain asparagus, kacang-kacangan, bit, brokoli, bawang putih, bawang merah, cabai, kentang, lobak, bayam dan tomat.
Upaya pengendaliannya bisa dilakukan melalui dengan pestisida nabati yaitu :
AGONAL 866 atau NISELA 866
AGONAL 866 adalah akronim dari nama latin tanaman Azadirachta indica sebanyak 8 bagian, Cymbopogon nardus sebanyak 6 bagian dan Alpinia galanga sebanyak 6 bagian. Menggunakan bahasa/nama lokal, akronim tersebut adalah NISELA 866 yaitu nimba sebanyak 8 bagian, serai wangi sebanyak 6 bagian dan laso sebanyak 6 bagian.
Bahan baku :
Untuk 1 ha pertanaman dibutuhkan daun A. indica (nimba) sebanyak 8 kg, daun C. nardus (serai wangi) 6 kg dan rimpang Alpinia galanga (laos) 6 kg.
TIGONAL 866 atau KISELA 866
TIGONAL 866 adalah akronim dari nama latin tanaman Tithonia diversifolia sebanyak 8 bagian, C. nardus 6 bagian, A. galanga 6 bagian. Akronim nama lokal adalah KISELA 866 yaitu : kipahit sebanyak 8 bagian, serai wangi 6 bagian dan laos 6 bagian.
Bahan baku :
Untuk 1 ha pertanaman dibutuhkan daun T. diversifolia (kipahit) sebanyak 8 kg, daun C. nardus (serai wangi) 6 kg dan rimpang A. galanga (laos) 6 kg.
PHROGONAL 966 dan BISELA 866
PHROGONAL 866 adalah akronim dari nama latin tanaman Tephrosia candida sebanyak 8 bagian, C. nardus 6 bagian, A. galanga 6 bagian. Akronim nama lokal adalah BISELA 866 yaitu : kacang babi sebanyak 8 bagian, serai wangi 6 bagian dan laos 6 bagian.
Cara meracik :
Semua bahan dicacah, dicampur dan digiling sampai halus (Gambar 24), kemudian ditambah dengan 20 l air bersih dan diaduk selama 5 menit, lalu diendapkan selama 24 jam. Suspensi disaring, larutan atau ekstrak diencerkan sebanyak 30 kali dengan cara menambah air bersih sebanyak 580 l sehingga volume ekstrak kasar menjadi 600 l. Sebagai bahan perata dapat ditambah 0,1 g sabun atau deterjen per 1 l ekstrak (60 g per 600 l ekstrak).
Cara dan waktu aplikasi :
Pestitani disemprotkan ke seluruh bagian tanaman pada sore hari, dengan interval penyemprotan 4 hari.
Secara Kimiawi yaitu Pestisida yang dianjurkan Klorpirifos, Deltametrin, Klorfluazuron, Diflubenzuron, Triazofos, Fenpropatrin.

Sumber : Buku Monograf no.35 “Pengenalan Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang Merah dan Pengendaliannya”

Penulis : Bagus K. Udiarto, Wiwin Setiawati, dan Euis Suryaningsih

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us