Pemupukan berimbang tanaman cabaiUsaha tani sayuran seperti cabai umumnya menggunakan input yang tinggi termasuk pupuk anorganik terutama pupuk urea, ZA, SP-36, dan KCl serta pupuk organik secara terus menerus setiap musim tanam, sehingga kurang efisien, dan tidak rasional lagi dengan peningkatan hasil.
Keadaan ini akan mempercepat pengurasan hara lainnya sehingga akan mengganggu keseimbangan hara, menurunkan produktivitas dan lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh pemupukan terhadap keseimbangan hara dan hasil cabai pada Typic Hapludands.
Penelitian telah dilaksanakan pada lahan petani di Cikembang, Sukabumi-Jawa Barat (+ 800 m dpl) pada MK 2003 dengan menguji perlakuan kombinasi antara takaran pupuk NPK dan pupuk kandang dan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa neraca hara yang mendekati ideal dan hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan pemupukan berdasarkan kebutuhan hara tanaman-status hara tanah. Akumulasi hara N, P dan K yang teramati pada perlakuan tersebut masing-masing sebesar 16,4; 7,8; dan 14,1 kg ha-1 pada tingkat hasil cabai segar sebesar 8,9 t ha-1.
Informasi lebih lanjut : Balai Penelitian Tanah

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us