Persemaian Cabai

Pemeliharaan bibit cabai merah (Capsicum annum L.) di persemaian memegang peranan penting untuk mendukung keberhasilan penanaman di lapangan. Namun dalam pemeliharaan bibit di persemaian tersebut selalu dijumpai adanya gangguan hama dan penyakit yang dapat menimbulkan kerugian, menyebabkan persediaan bibit menjadi berkurang. Berikut beberapa jenis penyakit yang menyerang di lahan persemaian cabai merah :
1. Bakteri

Penyakit : Layu bakteri
Patogen : Ralstonia solanacearum
Gejala : Tanaman muda layu yang dimulai dari pucuk, selanjutnya seluruh bagian tanaman layu dan mati

Pencegahan dan pengendalian :
1. Media untuk penyemaian menggunakan lapisan sub soil 1,5-2 m di bawah permukaan tanah), pupuk kandang matang yang halus dan pasir kali pada perbandingan 1:1:1. Campuran media ini di- pasteurisasi selama 2 jam.
2. Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahkan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.
3. Naungan persemaian secara bertahap dibuka agar matahari masuk dan tanaman menjadi lebih kuat.
4. Penggunaan fungisida/bakterisida selektif dengan dosis batas terendah.

2. Cendawan

Penyakit : Rebah kecambah atau damping off
Patogen : Salah satu dari Rhizoctonia solani, Pythium spp.
Fusarium spp. Phytophthora sp. atau Colletotrichum spp.
Gejala : Semaian cabai gagal tumbuh, biji yang sudah berkecambah mati tiba-tiba (Gambar-2) atau semaian kerdil karena batang bawah atau leher akar busuk dan mengering (Gambar 3). Pada bedengan persemaian nampak kebotakan kecambah atau semaian cabai secara sporadis dan menyebar tidak beraturan.

Pencegahan dan pengendalian :
1. Media untuk penyemaian menggunakan lapisan sub soil (1,5-2 m di bawah permukaan tanah) dan pupuk kandang matang yang halus dan pasir kali pada perbandingan 1 : 1 : 1. Campuran media ini dipasteurisasi selama 2 jam.
2. Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.
3. Naungan persemaian secara bertahap dibuka agar matahari masuk dan tanaman menjadi lebih kuat.
4. Penggunaan fungisida selektif dengan dosis batas terendah.

3. Nematoda

Penyakit : Nematoda bengkak akar
Patogen : Meloidogyne spp.
Gejala : Semaian agak kekuningan namun sering nampak seperti tanaman sehat, ada bintil akar yang tidak bisa lepas walaupun akar diusap lebih keras.

Pencegahan dan pengendalian :
1. Media untuk penyemaian menggunakan lapisan sub soil (1,5-2,0 m di bawah permukaan tanah) dan pupuk kandang matang yang halus dan pasir kali pada perbandingan 1 : 1 : 1. Campuran media ini dipasteurisasi selama 2 jam.
2. Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahkan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.

4. Virus

Penyakit : Mosaik belang kuning atau klorosis
Patogen : Potato Virus (PVY), CMV atau Tobacco Etch Virus (TEV), atau TMV
Gejala : Warna daun belang klorosis atau kuning.

Pencegahan dan pengendalian :
1. Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahkan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.
2. Gunakan insektisida yang efektif dan dianjurkan untuk mengendalikan vektornya (kutudaun).

Penyakit cabai merah dipersemaian

Gambar 2. Infeksi Colletotrichum spp. pada biji, kadang-kadang berwarna hitam

Gambar 3. Kematian semaian cabai/ tanaman muda karena penyakit rebah kecambah (Black et al. 1991)

Sumber : Monograft no. 31 Balitsa

Penulis  : Ati Srie Duriat, Neni Gunaeni, dan Astri W. Wulandari


favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us