Cover CD dalam TSSSelama ini bawang merah diperbanyak dengan menggunakan umbi. Umbi merupakan bagian vegetative tanaman bawang merah yang digunakan selain untuk dikonsumsi juga bisa sebagai bahan tanam atau benih untuk perbanyakan umbi selanjutnya. Selain menggunakan umbi, memperbanyak tanaman bawang merah juga bisa dengan menggunakan bagian generative tanaman yang disebut biji. Penggunaan biji sebagai bahan tanam atau benih di Negara-negara lainnya seperti Thailand, Vietnam, Philipin maupun India sudah biasa dilakukan. Dengan menggunakan biji, ketersediaan benih bawang merah sepanjang tahun akan terjamin karena bisa diproduksi secara mudah dan masal, bisa disimpan lama sampai 2 tahun bahkan lebih tergantung pada penyimpanannya. Biji juga tidak mempunyai masa dormansi sehingga bisa langsung ditanam setelah dipanen dan diproses menjadi benih. Hal ini berbeda dengan umbi yang mempunyai masa dormansi 3 bulan baru bisa ditanam tetapi tidak bisa disimpan lama hanya 1 bulan setelah masa dormansi pecah harus segera ditanam karena akan rusak umbinya/kempes. Biji juga menghasilkan produktivitas tanaman yang lebih tinggi hampir 2 kali dibandingkan jika menggunakan umbi.
Dalam upaya mengembangkan system perbanyakan bawang merah dengan biji, maka ada dua teknologi TSS yang telah dihasilkan Badan Litbang Pertanian yaitu teknologi memproduksi biji/TSS dan teknologi memproduksi umbi asal TSS.
Bagaimana cara memproduksi biji? Simak Videonya dibawah iniā€¦

 

{phocadownload view=youtube|url=https://www.youtube.com/watch?v=Ds6f7rDJLeA}

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us