Varietas unggul kentang

Pemilihan varietas kentang dilakukan dengan mempertimbangkan mutu varietas yang meliputi bentuk ubi, warna kulit, warna daging dan rasa. Rasa ubi tergantung pada kandungan pati atau berat jenis (BD/specific gravity). Rasa harus disesuaikan dengan pemanfaatannya, yakni untuk kentang sayur atau untuk kentang olahan (processing). Semakin tinggi nilai BDnya semakin tinggi kandungan patinya. Pemilihan varietas juga harus mempertimbangkan produksi per satuan luas dan daya adaptasi di suatu lingkungan tumbuh.

Di Indonesia varietas Granola merupakan varietas yang mendominasi produksi kentang dengan area tanam mencapai 80 – 90 % . Varietas ini menjadi pilihan petani karena berdaya hasil tinggi , berumur pendek dan memiliki daya adaptasi luas dan cocok untuk kentang sayur. Namun, untuk mendukung industri keripik diperlukan varietas lain, karena Granola tidak memenuhi syarat.
Sampai saat ini bahan baku untuk industri terutama chips ialah varietas Atlantik, karena memiliki mutu olah yang baik. Untuk keperluan olahan terutama keripik diperlukan ubi kentang dengan kandungan gula < 0,05 %, bwhan padatan > 16,67%, berat jenis 1,07, cacat maksimum 13%, dan diameter ubi 5-7dan. Persyaratan french fries ialah bobot ubi 170-284 g, bentuk memanjang (oblong), mata dangkal, berat jenis mimimal 1,079 dan total bahan padatan minimal 20,5%. Sementara varietas kentang yang umum ditanam oleh petani tidak cocok untuk bahan baku keripik. Kandungan gula tinggi (>0,05%) akan menghasilkan keripik yang berwarna coklat. Berat kering <20% menghasilkan keripik yang lembek atau tidak renyah. Hanya 25% kebutuhan bahan baku keripik yang dapat dipenuhi dari dalam negeri, sedang sisanya harus diimpor.
Ketersediaan varietas kentang olahan merupakan bagi industri pengolahan kentang di Indonesia. Namun, penciptaan suatu varietas melalui hibridisasi memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) menempuh usaha introduksi dan memanfaatkan bahan silangan yang telah dimiliki oleh Balitsa. Selama rentang waktu 1980-2013, Balitsa telah menghasilkan 24 varietas unggul melalui serangkaian kegiatan pemuliaan dan seleksi klon introduksi dari CIP Peru (International Potato Center).

Baca : Tabel. Varietas  kentang hasil pemuliaan dan seleksi oleh  Balai Penelitian Tanaman Sayuran

Penulis  :  Laksminiwati PrabaningrumTonny K. Moekasan,Witono AdiyogaNikardi Gunadi

Sumber : Modul 2 Pelatihan Budidaya Kentang Berdasarkan Konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us