Peran Transfer teknologiBOGOR - Dalam Konferensi Rio+20 pada bulan Juni 2012, komitmen untuk membebaskan penduduk dunia dari kelaparan dan kemiskinan melalui pertanian berkelanjutan sebagai syarat penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan kembali diperbaharui. Instrumen penting dalam mencapai tujuan ini salah satunya adalah transfer teknologi yang efektif di sektor pertanian. Topik ini diangkat dalam dialog kebijakan yang diselenggarakan oleh UN CAPSA, sebuah lembaga regional di bawah PBB, Selasa (10/2/2015).
Pertemuan yang dihadiri perwakilan dari kurang lebih 20 negara ini mengangkat topik peran transfer teknologi di sektor pertanian untuk pembangunan berkelanjutan. Acara dibuka oleh Menteri Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir. Hari Priyono, M.Si dan Direktur UN CAPSA Dr. Katinka Weinberger.
Pertemuan ini membicarakan beberapa kegiatan transfer teknologi yang berhasil di Asia dan Pasifik dan akan membahas teknologi yang telah berjalan dengan baik dan bagaimana keberhasilan tersebut dapat lebih ditingkatkan untuk mencapai hasil pembangunan yang berkelanjutan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang diwakili oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. Agung Hendriadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan keynote speech tentang pengalaman Indonesia dalam melakukan transfer teknologi kepada petani serta program pembangunan pertanian di Indonesia.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa Balitbangtan mempunyai 33 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang mampu mempercepat transfer teknologi kepada petani. Dijelaskan, ada tiga langkah utama dari transfer teknologi yaitu adanya penelitian yang menghasilkan teknologi, pengkajian untuk mengembangkan teknologi spesifik lokasi serta penyuluhan untuk mengaplikasikan teknologi di lapang.
Balitbangtan juga telah membuat laboratorium lapang di berbagai lokasi untuk mendekatkan teknologi langsung kepada petani. Selain itu, saat ini sedang direncanakan pengembangan Agro Techno Park dan Agro Science Park untuk menjawab berbagai permasalahan petani yang ada di lapangan. Dengan ‘menghidangkan’ teknologi langsung ke meja petani tersebut diharapkan transfer teknologi akan dapat lebih cepat diadopsi.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us