Amran MenteriFokus dan perhatian utama saya memang saat ini ke swasembada pangan padi, jagung dan kedelai namun tidak membuat saya untuk tidak mengambil kebijakan terkait komoditas lainnya. Tetap saya perhatikan. Seperti bawang dan cabai yang menjadi komoditas strategis yang harus dikendalikan. Mengapa? Karena, misalkan kita lihat dari komoditas cabai, konsumsi cabai di Indonesia sangat tinggi. Bahkan kebutuhan di tingkat rumah tangga akan cabai segar hampir 61%. Selebihnya ke industri. Oleh karenanya ketika harga cabai bergejolak, tidak heran jika mempengaruhi perekonomian nasional, terlihat dari naiknya inflasi saat harga cabai naik.
Untuk menjaga kestabilan harga cabe, kami mengadakan tempat penyimpanan untuk mengamankan jumlah cabai dan bawang yang berlebih saat panen raya. Tempat penyimpanan ini bisa mengantisipasi turun drastisnya harga cabai dan bawang saat panen raya serta melambung-naiknya harga cabai dan bawang ketika persediaan komoditas kurang.
Selain itu saya meminta kepala daerah agar turut aktif mengendalikan harga kedua komoditas ini, tidak hanya memonitor harganya tapi dengan cara salah satunya berkoordinasi dengan daerah lain yang mengalami surplus untuk menutupi kekurangan persediaan cabai dan bawang di daerahnya.
Tentang setiap tahun yang pasti ada permasalahan inflasi diakibatkan dua komoditas ini, kami sudah menyiapkan serangkaian cara untuk mengatasinya. Mulai dari mengintensifkan perdagangan antar pulau dan simulasi distribusi yang melibatkan BUMD setiap daerah, Bulog dan swasta, dimana daerah surplus komoditas memberikan kelebihannya ke daerah yang kekurangan. Jadi Bulog sejak tahun 2015 ini tidak lagi hanya beras saja, melainkan mendapatkan tugas menstabilkan harga komoditas lain seperti cabai, bawang merah, kedelai dan jagung. Untuk memperlancar distribusi ini sendiri dari wilayah dengan pasokan berlimpah ke wilayah minim pasokan, saya berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan.
Kemudian kami juga akan menyediakan benih yang tahan hama dan penyakit serta tahan terhadap hujan, membantu petani dengan prasarana irigasi taxi pump, tandon, drip tape, terutama untuk penanaman cabai di musim kemarau, mendorong sentra produksi berdekatan dengan pasar agar distribusi menjadi lebih cepat, murah dan terjaga kesegarannya.
Dan yang terutama adalah kami lakukan pengembangan kawasan mandiri seperti kawasan cabai seluas 2.340 ha di 18 provinsi, 47 kabupaten. Pengembangan kawasan ini dilaksanakan dengan adanya bantuan sarana dan prasarana produksi mulai dari pupuk hingga mulsa plastik serta plastik UV pelindung hujan atau border, pascapanen, SL PHT, SL GAP/GHP, mengembangkan varietas unggul baru mulai dari memproduksi benihnya, mendistribusikannya, hingga melakukan diseminasi di daerah masing-masing, registrasi lahan usaha, demplot percontohan, pendampingan di daerah-daerah yang menjadi fokus pengembangan cabai dan bawang. Ada fasilitas gudang dengan pendingin dan alat pengolah di sentra produksi, peningkatan kapasitas petani dalam mengelola produk segar agar bertahan lebih lama, pengembangan teknologi hingga aplikasi teknologi yang paling mudah dipakai petani juga para aparatur dengan kompetensi yang sangat baik yang akan terus di-up grade kapasitasnya. Cluster atau kawasan ini akan ada di beberapa provinsi.
Selain itu tentu saja kami melanjutkan, memperkuat program yang telah ada yaitu optimasi perkarangan melalui KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Secara khusus, Kementerian Pertanian juga akan melakukan Gerakan Tanam Cabai Saat Kemarau (GTCK) yaitu menanam cabai di bulan Juli sampai Oktober untuk pemerataan produksi cabai sepanjang tahun. Hal ini akan memenuhi kebutuhan cabai saat musim hujan dengan pemilihan tempat yang dekat dengan sumber air. Karena saya perhatikan selama ini pasokan cabai memang tidak merata sepanjang tahun. Itu yang mengakibatkan inflasi. Saya harap dengan pengembangan kawasan mandiri produksi cabai dan bawang merah di setiap daerah akan sangat efisien biaya dan tentu saja akan sangat menstabilkan harga.
Sumber : Tabloid Sinar Tani

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us