Identifikasi Pembeda Varietas KentangTanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan penting dalam program ketahanan pangan, karena dapat digunakan dalam diversifikasi pangan. Usaha tani kentang tidak pernah lepas dari penggunaan benih bermutu. Salah satu kriteria benih bermutu adalah true to type, yang berarti bahwa tanaman yang dihasilkan dari benih tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan tanaman induk/asalnya.

Sebagaimana tanaman budidaya lainnya, sebelum dapat diedarkan di masyarakat, varietas kentang hasil pemuliaan dalam negeri maupun hasil introduksi harus didaftarkan terlebih dahulu melalui kantor PPVTPP (Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian). Menurut Undang-undang No. 12 tahun 1992, yang dimaksud dengan varietas adalah bagian dari suatu jenis yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan, daun, bunga, dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan dalam jenis yang sama. Pengertian tersebut diperjelas dalam Permentan No. 61 tahun 2011, yang dimaksud dengan varietas tanaman adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji dan ekspresi karakteristik genotip atau kombinasi genotip yang dapat membedakan dari jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan.
Mengapa kita perlu melakukan identifikasi varietas?
Tujuan dilakukannya identifikasi varietas yang pertama adalah untuk menentukan kebenaran varietas yang merupakan salah satu syarat dalam pendaftaran varietas dan yang penting adalah sebagai jaminan mutu genetik benih. Adapun tujuan yang kedua adalah untuk membedakan suatu varietas terhadap varietas lainnya dalam kepentingan untuk mendapatkan hak perlindungan varietas tanaman.
Kebenaran varietas dalam hubungannya dengan jaminan mutu genetik merupakan salah satu titik penting dalam usaha produksi benih kentang. Itulah mengapa peryaratan teknis minimal (PTM) dalam produksi benih kentang (G0, G1, dan G2) mensyaratkan campuran varietas lain (CVL) sebesar 0 %, yang berarti bahwa tidak diperbolehkan adanya campuran varietas lain dalam pertanaman kentang untuk produksi benih. Untuk menjamin mutu genetik dalam bidang perbenihan, dilakukan roguing, yaitu kegiatan mengidentifikasi dan menghilangkan tanaman yang menyimpang atau tidak sesuai dengan deskripsi. Baca Selanjutnya...

Penulis : Tri Handayani

Sumber : Iptek Tanaman Sayuran

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us