ASP dan ATPJAKARTA – Agro Science Park (ASP) dan Agro Techno Park (ATP) merupakan sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk mempercepat aliran teknologi di bidang pertanian sampai ke lapangan dan diimplementasikan oleh pengguna khususnya petani. Untuk itu koordinasi antar pihak yang terkait dengan program tersebut harus terus dilakukan. Salah satunya dengan rapat koordinasi terkait ASP dan ATP antara Kementerian Pertanian dengan Bappenas yang diselenggarakan pada Kamis, (22/1/2015) di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kantor Pusat.
ASP dan ATP sendiri merupakan sebuah kawasan percontohan sekaligus penyedia teknologi pertanian yang kedepan diharapkan dapat memicu dan memacu petani dalam hal peningkatan produktifitas hasil pertanian, maupun manajemen pengelolaan usaha pertaniannya. Untuk tahap awal tahun 2015 ini, ATP akan dibangun di 10 kabupaten sebagai pusat penerapan teknologi pertanian serta tempat pelatihan, pemagangan, diseminasi teknologi dan pusat advokasi bisnis ke masyarakat luas, dan ASP akan dimulai di lima provinsi sebagai pusat pengembangan aplikasi teknologi lanjut bagi perekonomian lokasi serta penyedia solusi teknologi yang tidak dapat ditangani di ATP.
Rapat dipimpin oleh Kepala Balitbangtan Dr. Haryono dan Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Bappenas Dr. Endah Murniningtyas. Dalam paparannya, Endah mengatakan bahwa ASP dan ATP ini diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan teknologi pertanian, bagaimana ASP dapat melayani ATP dan bagaimana ATP melayani petani. “Konsep ATP dan ASP ini merupakan kombinasi antara diseminasi teknologi dan pengawalan sampai dengan apa teknologi yang akan dilayankan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pada tahap awal ini ATP dan ASP akan dibentuk di lokasi yang sudah siap, dalam arti telah mempunyai infrastruktur dasar yang bisa digunakan sebagai lokasi program tersebut. Balitbangtan yang mempunyai Unit Pelaksana Teknis di seluruh Indonesia dirasa telah siap untuk digunakan sebagai lokasi awal pembentukan ASP dan ATP ini.
Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa Balitbangtan berkomitmen dalam melaksanakan tugas ini dan akan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada untuk kepentingan diseminasi teknologi ke masyarakat serta akan mensinergikan program ini dengan pihak lain yang terkait. Ditambahkan bahwa dalam pelaksanaan ASP dan ATP nantinya akan menggunakan konsep pertanian modern yang didalamnya termasuk adanya dukungan IT. “Modern agriculture ini akan in line dengan ASP dan ATP,” Kepala Balitbangtan.

Informasi Selengkapnya : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us