Kumbang KoksiSerangga ini juga dikenal sebagai sahabat petani karena menjadi salah satu pembasmi hama ramah lingkungan yang memangsa hama kutu daun.
Bentuk tubuhnya nyaris bundar. Sepasang sayap berwarna mencolok dengan pola totol-totol menempel di punggungnya. Hewan kecil anggota ordo Coleoptera ini mudah dikenali karena penampilannya yang bundar kecil seperti kura-kura.
Sayap keras yang berwarna-warni itu merupakan sayap elitra atau sayap depannya. Sedangkan sayap belakangnya berwarna transparan. Biasanya dilipat di bawah sayap depan jika sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia akan mengepakkan sayap belakangnya secara cepat.
Kepalanya membungkuk ke bawah. Posisi tersebut akan membantunya memakan hewan-hewan kecil seperti kutu daun. Di bagian kepalanya terdapat sepasang rahang bawah untuk membantunya memegang mangsa saat makan. Ia akan memakan kutu dengan cara menghisap cairan tubuh mangsanya. Sepanjang hidupnya, seekor kepik dapat menghabiskan 1.000 ekor kutu daun.
Pada bagian kaki-kakinya yang pendek, terdapat rambut-rambut halus berukuran mikroskopis. Rambutnya menghasilkan bahan berminyak yang lengket, sehingga ia bisa berjalan dan menempel di tempat-tempat sulit seperti di kaca atau di langit-langit. Disebut kepik kemungkinan karena ukuran dan perisainya keras. Namun kumbang ini sama sekali bukan dari bangsa kepik (Hemiptera).
Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 37

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us