Keberhasilan penyemprotan pestisida terkait erat dengan teknik atau cara penyemprotan yang dilakukan. Teknik penyemprotan pestisida mencakup tiga hal penting, yaitu : (1) kecepatan berjalan, (2) arah dan jarak spuyer pada bidang sasaran, dan (3) arah ayunan tangkai spuyer.


1. Kecepatan berjalan
Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam penyemprotan pestisida adalah kecepatan berjalan petugas penyemprotan. Kecepatan berjalan petugas penyemprotan untuk mendapatkan hasil yang baik adalah sekitar 6 km/jam. Jika kecepatan berjalan kurang dari 6 km/jam, maka volume semprot yang digunakan akan boros dan jika kecepatan berjalan lebih dari 6 km/jam, maka hasil penyemprotan tidak rata.


2. Arah dan jarak spuyer pada bidang sasaran
OPT pada umumnya berada di permukaan daun bagian bawah. Oleh karena itu nozzle atau spuyer hendaknya diarahkan menghadap ke atas dengan sudut kemiringan 45o. Jarak spuyer dengan bidang sasaran atau tanaman sejauh
± 30 cm. Jika jarak antara spuyer dengan tanaman kurang dari 30 cm akan dihasilkan ukuran butiran semprot yang besar, akibatnya larutan semprot akan menetes ke tanah. Jika jarak spuyer dan tanaman lebih dari 30 cm butiran semprot tidak akan mengenai sasaran.

Arah Penyemprotan

Praktik Penyemprotan

3. Arah ayunan tangkai semprot
Tiap jenis spuyer akan menghasilkan pola semprotan tertentu. Spuyer jenis hollow cone akan menghasilkan pola semprotan berbentuk lingkaran dengan lubang kosong ditengah, sedangkan spuyer flat akan membentuk pola semprotan berbentuk persegi penuh (lihat gambar). Untuk menghasilkan hasil butiran semprot yang merata pada tanaman, maka arah ayunan tangkai semprot penggunaan kedua spuyer tersebut berbeda.
Spuyer jenis hollow cone banyak digunakan oleh petani di Indonesia, baik yang mempunyai satu lubang, 2 lubang atau lebih. Untuk menghasilkan butiran semprot yang merata pada bidang sasaran/ tanaman, tangkai semprot diayun secara melingkar. Sedangkan jika menggunakan spuyer flat tangkai semprot diayun ke depan dan belakang.

Pola Penyemprotan

Berita Terkait


PETUNJUK KEAMANAN PADA SAAT PENYEMPROTAN PESTISIDA

RESISTENSI ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) TERHADAP PESTISIDA

Pembuatan Larutan Semprot Pada Pestisida

Penggunaan Pestisida Harus Berdasarkan Pada Enam Tepat

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Cabai Merah, Tomat & Mentimun

Pengenalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Cabai Merah, Tomat & Mentimun

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us