Cabai Merah

Lilik (42) miris melihat banyak orang memperebutkan cabai nyaris busuk dengan harga 40 ribu rupiah per kilogram (kg) di Pasar Bogor. Cabai dengan kondisi baik dibanderol 60 ribu rupah per kg.
Di Magelang, harga cabai merah keriting 70 hingga 80 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit mencapai 60 ribu per kg. Di luar Jawa lebih “gila” lagi. Si merah pedas di sejumlah pasar di Pekanbaru dijual dengan harga 120 ribu hingga 140 ribu per kg.
Kalangan pedagang dalam beberapa hari terakhir kesulitan untuk mendapatkan pasokan cabai merah. Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memang hanya naik 2000 rupiah, namun harga kebutuhan pokok melambung sangat tinggi karena naiknya biaya pengangkutan. Masalah ini ditambah putusnya jalan utama Riau-Sumatera Barat di Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan.
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr Agung Hendriadi mengatakan lonjakan harga cabai atau komoditas lainnya bukan lantaran tak ada barang, melainkan lebih disebabkan faktor distribusi. “Sarana dan prasarana transportasi antar wilayah kondisinya kurang mendukung,” kata Agung kepada Majalah Sains Indonesia.
Menurut Agung, solusi masalah ini adalah daerah harus mampu menyediakan kebutuhan cabai secara mandiri. Salah satunya adalah memanfaatkan lahan pekarangan dengan konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Di daerah perkotaan tempat lahan sulit tersedia, model pertanian vertikal (vertical gardening) bisa jadi pilihan.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta telah mengembangkan beberapa model pertanian vertikal. Tanaman sayuran dan obat bisa ditanam dalam pot, bantalan, bahkan kantung dan disusun secara vertikal di dinding. Pertanian vertikal juga bisa digabungkan dengan budidaya ikan dalam sistem Vertiminaponik atau Wolkaponik. Model-model tersebut bisa dilihat dengan berkunjung ke kantor BPTP Jakarta di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pada ajang Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) di Makassar, November lalu, Balitbangtan memamerkan cabai varietas Kencana yang cocok untuk dikembangkan di pekarangan. Varietas yang dilepas tahun 2011 itu memiliki potensi hasil 18,4 ton/ha dan mampu beradaptasi dengan baik pada dataran rendah dan tinggi. Benih cabai merah Kencana jadi yang paling dicari pengunjung PF2N. Mereka sangat senang karena rasanya yang pedas dan dapat ditanam diluar musim.
Selain Kencana, Balitbangtan juga memamerkan cabai varietas Ciko. Berbeda dengan Kencana, Ciko berukuran besar dan gemuk. Varietas ini beradaptasi dengan baik di ketinggian 500 m dan dapat ditanam pada musim hujan dan kemarau basah. Potensi hasilnya mencapai 20,5 ton/ha.
Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 36

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us