Waspada kutu kebulPetani sering mendapatkan tanaman cabainya kerdil dan daunnya kuning. Bukan hanya itu, pertumbuhannya juga berhenti dan tidak menghasilkan buah. Setelah diperhatikan, ternyata terdapat hewan berwarna putih yang berterbangan dan hinggap di bawah daun cabai.
Hewan apakah itu? Tanaman cabai menjadi kuning dan kerdil ternyata karena terserang virus kuning (Gemini virus). Virus tersebut ternyata dibawa kutu kebul (Bemisia tabaci Genn) sebagai media penular (vektor) penyakit tanaman.
Kerusakan tanaman cabai akibat virus yang ditularkan lebih merugikan ketimbang hama kutu kebul sendiri. Virus gemini dapat menyebabkan kegagalan panen hingga 100%. Sampai kini tercatat 60 jenis virus yang ditularkan kutu kebul. Di antaranya, Gemini virus, Clostero virus, Nepo virus, Carla virus, Poty virus dan Rod-shape DNA virus.
Di dunia ada empat spesies kutu kebul yang sering menimbulkan masalah, bahkan menyebabkan kerugian yang tak sedikit nilainya. Yakni, Bemisia tabaci (sweetpotato whitefly), Bemisia argentifolii (silverleaf whitefly), Trialeurodes abutilonea (bandedwinged whitefly) dan Trialeurodes vaporariorum (greenhouse whitefly).
Kutu kebul merupakan hama yang sangat polifag dan menyerang berbagai jenis tanaman. Tanaman yang menjadi inang utama kutu kebul tercatat sekitar 67 famili yang terdiri atas 600 spesies tanaman. Selain cabai, banyak tanaman lain yang bisa menjadi inangnya. Di antaranya tomat, kentang, mentimun, terung, kubis, buncis, selada, bunga potong Gerbera, ubi jalar, singkong, kedelai, tembakau dan lada. Tanaman liar yang paling disukai adalah babadotan (Ageratum conyzoides).
Mengenal Perkembangan
Umumnya tahapan perkembangan kutu kebul dimulai dari stadia telur menjadi crawler atau nimfa 1 lalu menjadi nimfa instar 2, 3 dan 4 yang disebut juga pupa. Akhirnya menjadi serangga dewasa atau imago. Siklus hidup Bemisia tabaci, dari telur menjadi imago berlangsung selama 25 hari.
Lama stadium telur rata-rata 5,8 hari. Stadium nimfa rata-rata 9,2 hari. Periode makan kutu kebul selama 30 menit dan masa inkubasi dalam serangan antara 10-11 hari tergantung kondisi lingkungan/ekosistem hama tersebut. Sedangkan masa inkubasi dalam tanaman 10-20 hari. Nimfa menjadi imago selama 2-3 minggu, sedangkan imago dapat hidup selama 6 hari dan menghasilkan 30 telur.
Telur biasanya diletakkan di permukaan bawah daun, pada daun teratas (pucuk). Serangga betina lebih menyukai daun yang telah terinfeksi virus mosaik kuning sebagai tempat meletakkan telur dari pada daun sehat.
Rata-rata banyaknya telur yang diletakkan pada daun yang terserang virus adalah 77 butir, sedangkan pada daun sehat 14 butir. Imago atau serangga dewasa tubuhnya berukuran kecil antara (1-1,5 mm), tubuhnya berwarna kuning, sayap dilapisi lapisan tepung yang mengandung lilin berwarna putih.
Sebenarnya sayap kutu kebul sendiri berwarna bening atau transparan. Kedua sayap sama panjang. Telur berbentuk lonjong atau bentuknya tergantung inang. Biasanya pada tanaman yang berduri bentuk telur lonjong agak sedikit bulat. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan bawah daun. Jika tanaman tersentuh atau ada getaran biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih.
Kerusakan langsung pada tanaman karena imago dan nimfa yang menghisap cairan daun. Gejalanya bercak nekrotik pada daun. Ini terjadi karena rusaknya sel-sel dan jaringan daun, sehingga pertumbuhan daun terhambat.
Ekskresi kutu kebul menghasilkan madu yang merupakan tempat tumbuhnya embun jelaga berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesis tidak berlangsung normal. Periode kritis serangan kutu kebul saat cabai usia 7-42 hari, sehingga masa tersebut bisa disebut masa kritis terhadap serangan kutu kebul. Astri Anto/Yul
Petani sering mendapatkan tanaman cabainya kerdil dan daunnya kuning. Bukan hanya itu, pertumbuhannya juga berhenti dan tidak menghasilkan buah. Setelah diperhatikan, ternyata terdapat hewan berwarna putih yang berterbangan dan hinggap di bawah daun cabai.
Hewan apakah itu? Tanaman cabai menjadi kuning dan kerdil ternyata karena terserang virus kuning (Gemini virus). Virus tersebut ternyata dibawa kutu kebul (Bemisia tabaci Genn) sebagai media penular (vektor) penyakit tanaman.
Kerusakan tanaman cabai akibat virus yang ditularkan lebih merugikan ketimbang hama kutu kebul sendiri. Virus gemini dapat menyebabkan kegagalan panen hingga 100%. Sampai kini tercatat 60 jenis virus yang ditularkan kutu kebul. Di antaranya, Gemini virus, Clostero virus, Nepo virus, Carla virus, Poty virus dan Rod-shape DNA virus.
Di dunia ada empat spesies kutu kebul yang sering menimbulkan masalah, bahkan menyebabkan kerugian yang tak sedikit nilainya. Yakni, Bemisia tabaci (sweetpotato whitefly), Bemisia argentifolii (silverleaf whitefly), Trialeurodes abutilonea (bandedwinged whitefly) dan Trialeurodes vaporariorum (greenhouse whitefly).
Kutu kebul merupakan hama yang sangat polifag dan menyerang berbagai jenis tanaman. Tanaman yang menjadi inang utama kutu kebul tercatat sekitar 67 famili yang terdiri atas 600 spesies tanaman. Selain cabai, banyak tanaman lain yang bisa menjadi inangnya. Di antaranya tomat, kentang, mentimun, terung, kubis, buncis, selada, bunga potong Gerbera, ubi jalar, singkong, kedelai, tembakau dan lada. Tanaman liar yang paling disukai adalah babadotan (Ageratum conyzoides).
Mengenal Perkembangan
Umumnya tahapan perkembangan kutu kebul dimulai dari stadia telur menjadi crawler atau nimfa 1 lalu menjadi nimfa instar 2, 3 dan 4 yang disebut juga pupa. Akhirnya menjadi serangga dewasa atau imago. Siklus hidup Bemisia tabaci, dari telur menjadi imago berlangsung selama 25 hari.
Lama stadium telur rata-rata 5,8 hari. Stadium nimfa rata-rata 9,2 hari. Periode makan kutu kebul selama 30 menit dan masa inkubasi dalam serangan antara 10-11 hari tergantung kondisi lingkungan/ekosistem hama tersebut. Sedangkan masa inkubasi dalam tanaman 10-20 hari. Nimfa menjadi imago selama 2-3 minggu, sedangkan imago dapat hidup selama 6 hari dan menghasilkan 30 telur.
Telur biasanya diletakkan di permukaan bawah daun, pada daun teratas (pucuk). Serangga betina lebih menyukai daun yang telah terinfeksi virus mosaik kuning sebagai tempat meletakkan telur dari pada daun sehat.
Rata-rata banyaknya telur yang diletakkan pada daun yang terserang virus adalah 77 butir, sedangkan pada daun sehat 14 butir. Imago atau serangga dewasa tubuhnya berukuran kecil antara (1-1,5 mm), tubuhnya berwarna kuning, sayap dilapisi lapisan tepung yang mengandung lilin berwarna putih.
Sebenarnya sayap kutu kebul sendiri berwarna bening atau transparan. Kedua sayap sama panjang. Telur berbentuk lonjong atau bentuknya tergantung inang. Biasanya pada tanaman yang berduri bentuk telur lonjong agak sedikit bulat. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan bawah daun. Jika tanaman tersentuh atau ada getaran biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih.
Kerusakan langsung pada tanaman karena imago dan nimfa yang menghisap cairan daun. Gejalanya bercak nekrotik pada daun. Ini terjadi karena rusaknya sel-sel dan jaringan daun, sehingga pertumbuhan daun terhambat.
Ekskresi kutu kebul menghasilkan madu yang merupakan tempat tumbuhnya embun jelaga berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesis tidak berlangsung normal. Periode kritis serangan kutu kebul saat cabai usia 7-42 hari, sehingga masa tersebut bisa disebut masa kritis terhadap serangan kutu kebul. Astri Anto/Yul

Sumber : Tabloid Sinar Tani

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us