HPS ke-34MAKASSAR – Sektor pertanian di Indonesia saat ini dinilai telah menjadi suatu sektor yang menjanjikan, yang mampu menjamin kehidupan bagi seluruh rakyat indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada pembukaan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-34 dan Pekan Flori dan Flora Nasional ke-7 yang pada tahun ini dipusatkan di Taman Maccini Sombala, Makassar.
Syahrul menambahkan bahwa ajang ini dapat digunakan untuk mengajak masyarakat membangun opini tentang pertanian. “Pertanian saat ini telah mampu menjanjikan kehidupan bagi rakyat serta pendapatan yang baik untuk kehidupan masa depan," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono yang hadir mewakili Menteri Pertanian mengatakan bahwa HPS ini merupakan momentum untuk memperkokoh komitmen semua pihak dalam penyediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi seluruh mesyarakat.
"Indonesia telah mempersiapkan diri secara terus-menerus dalam menjamin ketersdiaan pangan disamping berbagai langkah strategis untuk mendorong petani dan nelayan dalam menghasilkan produk pertanian secara efisien,” ujarnya.
Disebutkan bahwa Indonesia juga telah memperkokoh landasan hukum terkait pangan yaitu undang-undang nomor 19 tahun 2013 tentang perllindugan dan pemberdayaan petani. Disadari bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang hakiki dan merupakan hak azasi yang diatur dalam UUD 1945.
“Negara berkewajiban untuk mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, bermutu, bergizi dan seimbang mulai di tingkat nasional yang secara merata diseluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.
Peringatan HPS sendiri dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/1979 di Roma Italia, dimana dipilih tanggal 16 Oktober yang bertepatan dengan terbentuknya FAO.
Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh negara anggota FAO termasuk Indonesia memperingati HPS secara Nasional pada setiap tahun. Penyelenggaraan HPS di Indonesia dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.
Pameran HPS ke-34 Tahun 2014 ini bertema "Pertanian Bioindustri Berbasis Pangan Lokal Potensial" untuk tingkat Nasional dan tema internasionalnya adalah "Family Farming : Feeding The World Caring For The Earth".
Perwakilan FAO untuk Indonesia Antonio Caravaggi yang juga hadir dan memberi sambutan pada acara tersebut mengatakan bahwa FAO mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang menjadikan keamanan pangan dan nutrisi sebagai prioritas.
“Kami percaya dengan komitmen kuat dari pemerintah yang baru, kedaulatan pngan akan dapat terbangun sejalan dengan tujuan strategi global," tambahnya.
Rangkaian acara puncak peringatan HPS ke-34 dan PF2N ke-7 ini antara lain adalah Seminar, Pameran, Gelar Teknologi dan beberapa kegiatan tambahan lain. Balitbangtan turut berpartisipasi melalui gelar teknologi yang menampilkan berbagai varietas dan komoditas unggul, selain itu Balitbangtan juga berperanserta dalam pameran HPS dengan mengangkat hasil pascapanen jagung, sagu dan sorgum serta dalam pameran PF2N dengan menampilkan beberapa varietas buah dan sayur, jamu herbal aromatic dan tanaman hias.


Sumber : Badan lItbang Pertanian

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us