Arang hayatiPenambahan arang hayati ke dalam tanah meningkatkan cadangan karbon dalam tanah yang berarti mengurangi emisi CO2 dan gas rumah kaca lain penyebab pemanasan global.
Aktivitas pertanian selalu menghasilkan limbah dalam jumlah melimpah, antara lain sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa, tandan kosong kelapa sawit. Bila limbah pertanian tersebut tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan seperti bau, pencemaran lingkungan, dan sarang hama tanaman.
Limbah pertanian, terutama yang mengandung lignin rendah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik setelah dikomposkan. Pupuk ini dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kelengasan tanah, menambah ketersediaan hara esensial, meningkatkan aktivitas mikroba dalam tanah, dan menambah kandungan karbon dalam tanah.
Limbah pertanian dengan kandungan lignin tinggi, seperti tempurung kelapa, tongkol jagung, tandan kosong kelapa sawit, bambu, dan sekam padi tidak efektif jika dikomposkan, tetapi efektif bila diarangkan. Limbah pertanian yang diarangkan dikenal dengan istilah arang hitam/arang hayati/biochar dapat dimanfaatkan untuk meremediasi atau menanggulangi bahan-bahan pencemar, antara lain residu pestisida.
Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 35

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us