BertanamTanaman obat untuk solusi penderita diabetes kini mulai banyak dilakukan. Diabetes melitus dikenal sebagai salah satu penyebab kematian terbesar masyarakat lndonesia.

Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang kaya (megabiodiversitas) dan terbesar kedua setelah Brasil mempunyai tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuhan berbunga. Dari jumlah itu, 7500 di antaranya diketahui berkhasiat baik sebagai rempah, obat maupun aromatik dan baru 1.000 spesies diketahui berkhasiat obat.
Hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, dari 209 etnis di Indonesia (20 % dari jumlah total etnis di Indonesia), diketahui lebih dari 1200 jenis tanaman telah digunakan dan dimanfaatkan masyarakat untuk pemeliharaan kesehatan. Sebanyak 300 jenis di antaranya digunakan secara rutin oleh industri jamu.
Indonesia juga memiliki kekayaan budaya, terutama etnofarmasi yang sangat beragam dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Hampir setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi pengobatan dengan menggunakan bahan alami.
Penggunaan tanaman obat untuk solusi penderita diabetes kini mulai banyak dilakukan. Diabetes melitus dikenal sebagai salah satu penyebab kematian terbesar masyarakat lndonesia. Tanaman yang dipakai sebagai obat diabetes terdiri dari dua kelompok.
Kelompok pertama adalah tanaman yang menghambat penyerapan glukosa dari saluran pencernaan atau memiliki sifat astringensia (seperti alpukat, buncis, jagung, jambu biji, lamtoro, mahoni dan salam). Kelompok kedua adalah tanaman yang dapat meningkatkan hilangnya glukosa dari sirkulasi darah atau menggantikan peran insulin (seperti brotowali, pare, sambiloto, dan lidah buaya).

 

Sumber : Majalah Sains Indonesia Edisi 34

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us