DSC 0882

Sayuran dan buah merupakan satu dari empat pilar pangan berimbang selain biji-bijian, protein dan sedikit susu yang dianjurkan dalam pemenuhan gizi keluarga. Peran sayuran dalam gizi keluarga seringkali terabaikan tidak saja dari segi jumlah tetapi juga variasinya. Hal lain yang tidak kalah
penting dalam pangan (sayuran sehat) adalah paparan pestisida yang melekat di lebih dari 90% sayuran yang dikonsumsi masyarakat. Sayuran sehat adalah sayuran yang dibudidayakan dengan pengelolaan secara organik di mana input- input pertumbuhan yang diberikan juga dari sumber organik dan bebas bahan- bahan kimiawi. WHO menyarankan konsumsi sayuran dan buah minimal 400 gr per hari untuk diet. Unsur-unsur nutrisi tersebut terdapat dalam sayuran dan buah sehingga konsumsi sayuran dan buah ini menjadi sangat penting.
Anak usia sekolah dasar, sangat penting diberikan pangan berimbang tersebut, oleh karena itu perlu kiranya dilakukan introduksi intensif terhadap sayuran, untuk membangun generasi yang cerdas ke depannya. Hal ini dapat dilakukan 10 AgroinovasI melalui lingkungan sekolah itu sendiri. Pengembangan pertanian di lingkungan sekolah secara langsung maupun tidak langsung telah menerapkan prinsip-prinsip keunggulan komparatif dan kompetitif. Hal ini diakibatkan oleh kenyataan antara lain : (a) berusaha tani dalam lingkungan sekolah dengan cepat dapat memberikan sosialisasi kepada banyak pihak untuk memahami pertanian, (b) mengelola sumberdaya lahan yang terbatas, (c) secara umum mengembangkan budidaya sayuran. Selain itu, saat ini alih fungsi lahan di perkotaan secara besar-besaran tak lagi dapat dihindari, sehingga memacu kita untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi berimbang dengan memanfaatkan lahan pekarangan, antara lain adalah pekarangan sekolah dan rumah. Adanya produksi yang berkesinambungan sangat dibutuhkan dalam upaya menunjukkan pola tanam yang berkesinambungan agar memberikan hasil setiap saat. Penerapan teknologi budidaya sayuran yang baik sangat diperlukan untuk diintroduksi dalam upaya meningkatkan produktivitas.

Menjadikan lingkungan sekolah/pekarangan sebagai model diseminasi teknologi, terdapat beberapa kaidah yang dianjurkan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura, antara lain : (a) model yang dikaji merupakan model pembinaan petani kecil, (b) mempunyai akses dalam memanfaatkan lahan tidur di wilayah perkotaan, (c) pengembangan jenis usaha misalnya sayuran dengan orientasi nilai tambah, (d) pengembangan tanaman sayuran, buah dan tanaman obat yang bernilai ekonomis tinggi yang mudah dipelihara, tidak membutuhkan modal yang besar, (e) mudah diadopsi oleh publik dan diserap pasar setempat, serta (f) adanya upaya peningkatan SDM melalui pendidikan, magang/kursus dan studi banding. Read More

 

Sumber : Tabloid Sinar Tani

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us