Kentang Medians

Kerja keras jajaran Badan Litbang Pertanian dalam menghasilkan varietas kentang adalah satu dari sekian banyak hasil inovasi itu. Pekan lalu, ‘Sinta’ juga berkesempatan menyambangi sebuah perusahaan yang melisensi varietas unggul baru kentang Medians. Perusahaan itu bernama PT. Papandayan dan Cikuray Farm (P & C farm) yang berkonsentrasi menjadi produsen benih kentang Medians untuk kebutuhan nasional.
Perjalanan menuju Kota Dodol ‘Garut’ di hari-hari biasa sekarang ini tergolong lancar-lancar saja. Tanjakan legendaris ‘Tanjakan Nagrek’ dirasakan biasa-biasa saja. Kendaraan yang berlalu-lalang melenggang tanpa masalah. Tapi, coba bayangkan jika perjalanan ini terjadi pada saat hari raya Idul Fitri, pastinya kemacetan panjang yang berkilo-kilo meter akan menjadi pemandangan yang menarik sekaligus melelahkan.
Tanpa memerlukan waktu yang lama, hanya sekitar 5 jam dari Jakarta, lokasi tujuan yang berada tidak jauh dari Gunung Papandayan, Kabupaten Garut. Penjelajahan menuju PT. P & C Farm ini dirasakan sangat penting sekali, karena kentang untuk kebutuhan industri keripik selama ini harus diimpor, baik itu impor benih Atlantic yang menjadi primadona maupun impor bahan baku kentang olahan.
Penjelajahan ini terasa begitu lancar dan efisien, informasi yang diperlukan begitu komprehensif. Ini semua berkat dukungan dari Ir. Kusmana, pemulia benih kentang Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Lembang, Indah dari Puslit Hortikultura Jakarta yang didukung oleh seorang driver Arif dan Muhamad Khudori, SP sebagai pucuk pimpinan P & C Farm.
Kondisi Terkini
Dari berbagai diskusi selama perjalanan ini, tergambar bahwa begitu pentingnya kehadiran varietas Medians sebagai alternatif pengganti varietas Atlantic yang telah berkembang di masyarakat. Data dari Balitsa menyebutkan bahwa bahan baku kentang yang digunakan oleh industri besar untuk pembuatan kripik kentang benihnya selama ini masih diimpor dari Canada, Australia, Scotlandia dan Amerika Serikat.
Volume impor benih mencapai 2.500 ton/tahun dan varietas yang digunakan ialah varietas Atlantic. Varietas Atlantic sangat baik dijadikan sebagai bahan baku kripik namun varietas tersebut tidak disukai petani karena produktivitas rendah, tidak tahan OPT (organisme pengganggu tanaman) busuk daun, layu bakteri dan virus.
OPT busuk daun, layu bakteri dan virus dapat menyebabkan gagal panen sehingga untuk mengendalikan OPT tersebut diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk membelanjakan pestisida.
Inovasi Terkini
Untuk mengatasi persoalan itu, Badan Litbang Pertanian dalam hal ini Balai Penelitian Tanaman Sayuran telah berhasil merakit varietas VUB (varietas unggul baru) kentang olahan kripik Medians, VUB tersebut merupakan perbaikan dari varietas Atlantic yang memiliki kombinasi cocok untuk olahan kripik serta toleran terhadap OPT busuk daun, layu bakteri dan virus. Dengan demikian Medians selain disukai oleh industri juga disukai oleh petani atau penanam. VUB Medians karena dirakit di dalam negeri memiliki adaptasi yang sangat baik untuk iklim tropis di Indonesia.
VUB Medians telah dilisensi oleh perusahaan untuk dijadikan sebagai bahan baku industri kripik kentang nasional. Dengan menggunakan VUB Medians maka secara perlahan akan menggantikan benih impor sehingga usaha perbenihan kentang nasional akan berkembang. Demikian juga industri kripik kentang dalam negeri, dengan menggunakan benih lokal yang memiliki produktivitas tinggi berdampak menghasilkan daya saing yang tinggi dan berpotensi untuk ekspor. Ir. Kusmana/Lis


Sumber : Tabloid Sinar Tani

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us