MP-25 Budidaya Bawang Merah-KRPLBalai Penelitian Tanaman Sayuran dengan tugas pokok menyelenggarakan penelitian tanaman sayuran telah banyak menghasilkan varietas unggul baru dan benih dari berbagai jenis sayuran, serta teknologi budidayanya. Hasil-hasil penelitian sayuran berupa produk (VUB dan Benih) dan teknologi budidayanya akan bermanfaat bagi para pengguna/petani apabila teknologi tersebut dapat segera di adopsi penggunanya. Program pengembangan sistim informasi teknologi susuai dengan tugas pokok dan fungsi Balitsa dalam jasa penelitian adalah penyiapan bahan informasi dan dokumentasi serta penyebaran dan pendayagunaan hasil penelitian tanaman sayuran, salah satunya yaitu penyebarluasan informasi melalui media cetak dan elektronik.
Tahun 2014 Balai Penelitian Tanaman Sayuran membuat sarana media publikasi yang efektif dalam bentuk media cetak yaitu semi poster, Flyer yang berukuran A3 berisi mengenai teknologi pertanian hasil penelitian diantaranya :


1. Budidaya Tanaman Sayuran didalam Polybag (Seri KRPL) :
      Teknologi ini dihadirkan dalam rangka memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari untuk konsumsi rumah tangga dan juga untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang masih belum optimal, maka pengembangan budidaya tanaman sayuran di daerah perkotaan dapat dilakukan dengan menggunakan pot/polybag. Penanaman sayuran di lahan sempit pekarangan rumah yang tertata baik juga secara sosial dapat meningkatkan estetika atau keindahan lingkungan.
Beberapa judul media publikasi cetak mengenai budidaya tanaman sayuran didalam polybag (Seri KRPL) diantaranya :

2. Prosesing Benih sayuran
          Prosesing benih sayuran adalah salah satu kegiatan dalam produksi benih setelah kegiatan tanam, pemeliharaan, isolasi, seleksi, roguing, proteksi, pemeriksaan tanaman oleh pengawas External Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB) dan panen.
         Prosesing benih sayuran bertujuan untuk memudahkan pemisahan antara biji yang bernas, hampa, lendir daging buah, plasenta kelopak bunga, kulit polong dan kotoran lainnya. Setelah panen buah polong untuk benih dipilih yang sehat, normal bentuknya sesuai dengan identitas varietasnya dan sudah masak atau tua. (Download Poster)

3. Produksi Umbi Mini Kentang Bebas Patogen
         Tanaman kentang (Solanum tuberosum L ) merupakan komoditas yang mendapat prioritas dikarenakan kentang ini dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat dan mempunyai potensi dalam program diversifikasi pangan.
Dalam usaha penyediaan benih sumber kentang diperlukan suatu cara untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Salah satu caranya dengan metoda kultur jaringan untuk mengeliminasi. (Download Poster)
(membersihkan) penyakit sistemik tertama virus. Dilanjutkan dengan mikropropagasi dan perbanyakan cepat di screen house untuk memproduksi benih dalam bentuk stek atau umbi mini. (Download Poster)

4. ATECU (Biopestisida Untuk Pengendalian OPT Penting)
         ATECU adalah akronim dari nama latin tanaman Azadirachta indica, Teprosia vogelli dan crow urine dengan perbandingan (1:1:4). ATECU berfungsi sebagai biopestisida dan penambah unsure hara. Konsentrasi yang digunakan : 10ml/l. (Download Poster)

          Melalui kegiatan pengembangan informasi, promosi ini, serta dukungan program strategis. Informasi umpan balik dari pengguna terhadap keragaan teknologi dan kebutuhan teknologi sayuran sangat berguna bagi perbaikan perencanaan penelitian sayuran selanjutnya. 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us