BB-Pascapanen-4Harga sayuran di tingkat petani merosot, akibat melimpahnya panen. Hal tersebut dialami para petani di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu. Penurunan harga sayuran sangat banyak.
Penurunan harga tersebut terjadi karena melimpahnya sayuran dari kebun petani yang panen secara bersamaan. Sudah biasa terjadi saat musim kemarau, produksi sayuran cenderung meningkat, karena risiko busuk kecil. Ini panen bareng-bareng, jadi pasokan banyak. “Akibat banyaknya panen, harga sayuran turun dan kami merugi,”  kata Rohidin (32), petani di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal ketika itu.
Berita seperti ini sudah sering menimpa petani. Di saat kondisi bagus, para petani ramai-ramai menanam komoditas sayuran yang sama, namun mereka kurang menyadari bahwa saat panen pun akan bersamaan sehingga, sayuran melimpah dan akibatnya karena pasokan berlebih membuat harga turun, bahkan bisa menukik tajam.
Perlu Diolah
Disadari bahwa tanaman sayuran merupakan komoditas yang berpotensi sangat cepat mengalami penurunan kualitas dan tidak dapat disimpan terlalu lama. Oleh karena itu produk sayuran perlu diolah menjadi suatu produk pangan yang bermutu tinggi dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Menurut Ketua Kelompok Peneliti Teknologi Penanganan Hasil Pertanian, dari  Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pasca Panen), Ridwan Rachmat, persentase potensi penurunan kualitas dan kuantitas sayuran di Indonesia bisa mencapai sekitar 25-40% dari total panen. “Hal tersebut disebabkan komoditas sayuran secara umum terdiri 81-96% kadar air dan mudah rusak diakibatkan oleh proses fisiologis, kimiawi atau mikrobiologis,” ujarnya.
Kondisi tersebut disadari oleh tim peneliti BB Pasca Panen, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian. Untuk itulah, tim dari BB Pasca Panen membuat terobosan inovasi, yakni membuat mesin pengering sayuran dengan teknologi Far Infra Rred (FIR). Tim tersebut adalah Ridwan Rachmat, Syafaruddin Lubis. dan Mulyana Hadipernata. Mesin ini sudah mendapatkan perlindungan HKI dengan paten No. S 00200400184.
Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi Khusus 40 Tahun Balitbangtan Agustus 2014

 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us