Pertanian masa depan akan dihadapkan pada tantangan untuk menyediakan pangan bagi populasi manusia yang semakin meningkat dan untuk menyediakan bahan energi terbarukan berbasis tanaman seperti biofuel. Upaya untuk memenuhi tantangan tersebut, bagaimanapun, akan berhadapan dengan kelangkaan sumber daya, khususnya air dan tanah yang subur, dan efek yang lebih buruk dari cekaman biotik dan abiotik akibat perubahan iklim.

Pemuliaan tanaman, khususnya berbasis genomik mungkin salah satu metode yang efektif dan cepat untuk menghadapi tantangan tersebut. Metode ini membutuhkan gen-gen yang dapat dibawa ke dalam bahan pemuliaan sebelum dapat ditransfer ke tanaman yang nantinya memiliki karakteristik yang diinginkan. Hal ini dapat dicapai melalui kegiatan pre-breeding.

Pre-breeding mengacu pada semua kegiatan yang dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik yang diinginkan dan atau gen dari bahan yang tidak dapat digunakan secara langsung dalam program pemuliaan. Ini adalah langkah pertama yang diperlukan dalam upaya pemanfaatan keanekaragaman yang ada pada kerabat liar dan sumber daya lainnya. Untuk tujuan pemuliaan trait tertentu tertentu, seperti pengembangan tanaman padi C4 atau tanaman gandum pengikat nitrogen, trait-trait baru untuk perbaikan tidak dapat ditemukan dalam kultivar lokal dan kerabat liar. Rekayasa genetika dalam hal ini akan menjadi satu-satunya pilihan yang layak untuk mencapai tujuan. Penemuan gen adalah langkah pertama dalam program rekayasa genetik. Untuk dapat menemukan gen yang berhubungan dengan fungsi biologis/proses atau trait tertentu, hubungan kausal harus dibuat antara urutan DNA dan pengamatan fenotipe. Analisis genetik mutan atau varian genetik lain yang terlokalisasi pada kromosom dapat digunakan untuk mengkloning gen yang sesuai dengan menggunakan metode seperti peta berbasis kloning dan transposon tagging, yang merupakan metode paling umum digunakan untuk kloning gen. Dengan tersedianya urutan genom dari banyak spesies, adalah mungkin untuk menetapkan fungsi urutan suatu sekuens melalui strategi reverse genetics.

Pada sebagian besar model dan spesies penting, banyak metode tersedia untuk menghasilkan atau menyeleksi mutasi pada gen tertentu. Dalam strategi reverse genetics, dampak dari mutasi induksi diselidiki untuk menyimpulkan fungsi gen. Tujuan dari konferensi ini adalah 1) untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang berhubungan dengan pre-breeding dan gene-discovery untuk ketahanan pangan dan energi terbarukan; 2)untuk memperkuat kolaborasi antara para ilmuwan, lembaga-lembaga publik dan swasta dalam penelitian pre-breeding dan gene-discovery; dan 3)untuk menyadarkan para pembuat kebijakan mengenai pentingnya pemuliaan berbasis genomik, pre-breeding dan gene-discovery untuk menjamin ketahanan pangan dan energi terbarukan.

https://www.litbang.deptan.go.id/berita/

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us