Asal dan Distribusi

DSC 0096Tanaman cabai berasal dari dataran Amerika, tepatnya di Amerika Tengah hingga Amerika Selatan.  Cabai dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu cabai besar atau cabai merah (Capsicum anunum L) dan cabai kecil atau rawit (Capsicum frutescens). Tanaman cabai merupakan sayuran buah. Buah yang sudah masak dan buah hijau dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, selain itu dimanfaatkan pula sebagai campuran obat.
Tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan kemasaman tanah 5,5 – 6,5. Hampir semua jenis tanah cocok ditanami cabai.


Perlakuan benih
Sebelum benih disemai dilakukan perlakuan dengan cara merendam benih dengan fungisida Previcur N dengan dosis 1 – 2 cc/liter air selama 1 jam atau menggunakan air hangat kuku 45 – 50 °C selama 1 malam. Setelah itu benih ditiriskan.

Media semai dan media tanam
Media semai dan media tanam merupakan campuran tanah dan pupuk yang sudah matang dengan perbandingan 1:1. Media semai disterilisasi terlebih dahulu dengan tujuan untuk menekan patogen. Sterilisasi dilakukan dengan cara mengukus media selama 6 jam. Setelah itu didinginkan, lalu dimasukkan ke dalam baki persemaian atau polybag tanam.

Penyemaian

Benih disemai satu persatu dalam bak semai yang sudah diisi media semai, kemudian benih ditutup dengan media semai dengan cara diayak (disaring). Kemudian persemaian  ditutup dengan mulsa plastik hitam, karung goni atau daun pisang dengan tujuan untuk mempertahankan kelembabannya.
Benih yang disemai akan tumbuh setelah umur 5 – 7 hari setelah semai. Tutup persemaian dibuka dibiarkan beberapa hari.

Penanaman
Sebelum bibit ditanam, media semai di dalam polybag disiram air hingga jenuh. Penanaman dilakukan setelah bibit berumur 20 – 30 hari setelah semai atau setelah bibit berdaun 4 – 5 helai.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit mampu beradaptasi pada malam hari.


Pemeliharaan
Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, satu hari sekali atau melihat kondisi tanaman.
    
Pengendalian OPT
Pengendalian OPT dilakukan apabila ditemukan ada gejala serangan hama maupun penyakit yang menyerang pertanaman. Pengendalian OPT menggunakan pestisida kimia maupun petisida nabati dengan cara disemprotkan atau dengan cara mekanis (diambil).
    

Pemupukan

Pupuk susulan diberikan setelah tanaman berumur satu bulan menggunakan pupuk NPK dengan cara dilarutkan 10 g/liter air/5 tanaman (polybag), disiramkan dengan interval pemberian 10 hari sekali selama tanaman sehat dan produktif.

Panen dan Pascapanen
Buah cabai dipanen setelah berumur 70 – 120 HST, tergantung pada varietas cabai yang ditanam dan ketinggian tempat. Di dataran rendah biasanya cabai dipanen pada umur 70 hst dan di dataran tinggi pada 120 HST.
Buah cabai selain dikonsumsi segar juga dapat dikeringkan, terutama apabila panen sangat banyak. Cara pengeringan yang biasa dilakukan ialah buah cabai dijemur di bawah sinar matahari dengan menggunakan tampah dan setiap kali dibalik-balik. Penjemuran dilakukan pada siang hari, sedangkan pada malam hari cabai dikumpulkan dan ditutup menggunakan karung goni atau plastic. Pada pagi hari berikutnya dijemur kembali. Demikian seterusnya sampai buah cabai kering.

Pengeringan buah cabai dapat juga dilakukan menggunakan blower  di gudang pengering pada suhu 25 - 34°C selama 3 hari 3 malam. Buah yang sudah kering dapat dibuat tepung cabai sebagai bumbu masak.
Pengemasan tepung cabai mengggunakan alumunium foil untuk menjaga atau mempertahankan kualitas dan daya tahan simpannya.

 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us