dr.-haryonoGenap berusia 40 tahun pada Agustus 2014 nanti, Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian menunjukkan produktivitas yang kian menanjak. Kuncinya ada pada penguatan landasan ilmiah riset (scientific base research).




Tanggal 26 Agustus 2014 nanti, Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, Kementerian Pertanian genap berusia 40 tahun. Tidak banyak organisasi yang menunjukkan produktivitas yang kian menanjak di usia ke-40. Rahasianya adalah revitalisasi sumber daya (resources) dengan memperkuat landasan ilmiah riset (scientific base research), sejak satu dekade lalu.
Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr Ir Haryono MSc kepada wartawan Majalah Sains Indonesia, Setia Lesmana memaparkan bahwa tiga dekade awal kiprah Badan Litbang Pertanian sejak kelahirannya merupakan periode kurva pertama. Gejala penurunan produktivitas di usia ke-30 memberikan kesadaran pimpinan saat itu akan pentingnya revitalisasi Badan Litbang. Maka sejak 2004, dimulailah periode kurva kedua.
Apa yang melatarbelakangi peralihan Badan Litbang Pertanian dari kurva I ke kurva II?
Sejak kelahirannya, Badan Litbang Pertanian begitu mewarnai pembangunan pertanian Indonesia. Namun memasuki usia ke-30, grafik kinerjanya mulai melandai. Sumber daya manusia (SDM) peneliti, usianya mulai senja dan banyak yang pensiun.  Laboratorium mulai usang dan ketinggalan zaman di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Dua hal itu berdampak pada kinerja riset sehingga membutuhkan pembaruan untuk menghindari out off date.
Saya ditunjuk sebagai Sekretrais Badan Litbang Pertanian sejak 2004, di saat Badan Litbang memasuki titik kritis yang menentukan masa depannya. Tahun 2005 adalah awal kurva II, di mana saat itu tumbuh semangat kuat merevitalisasi Badan Litbang untuk menghasilkan capaian-capaian baru menuju kejayaan kembali pertanian Indonesia.
Seperti apa program revitalisasi yang dilakukan?
Ada tiga hal penting yang dilakukan.  Pertama, menyiapkan SDM atau human capital dengan merekrut generasi baru peneliti menggantikan para peneliti yang sudah pensiun.  Program jangka panjang, kami menyekolahkan SDM Badan Litbang Pertanian menempuh pendidikan strata 2, strata 3 bahkan post doktoral.
Dalam lima tahun terakhir, terdapat 608 orang SDM berkualifikasi S2 dan S3. Juga ada 210 orang lainnya yang sedang sekolah (on board). Seluruhnya dalam periode 2005-2015 kami memiliki 818 SDM bertitel S2 dan S3. Jumlah itu dua kali lipatnya dibanding keseluruhan kurva I (1974-2004) yang jumlahnya sekitar 300.
Untuk jangka pendek mereka juga dikirim mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan ilmiah internasional, agar wawasan dan keterampilan meningkat. Para peneliti harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang mumpuni agar mampu menjawab tantangan kekinian. Antara lain tantangan keterbatasan sumber daya dan dampak perubahan iklim. Dua hal itu harus dijawab dengan inovasi dan teknologi.
Artikel selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi Khusus Badan Litbang Pertanian.

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us