Mou Kementan GPTPJAKARTA – Semenjak tahun 2007, Kementerian Pertanian telah melaksanakan kerjasama dengan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP), sebuah gerakan yang digawangi oleh tujuh organisasi wanita dimana salah satunya adalah SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu). Untuk menjaga keberlanjutan gerakan tersebut, maka pada hari Jumat (13/6/2014) dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara tentang pemberdayaan masyarakat perkotaan dan perdesaan melalui diversifikasi pangan dalam pertanian keluarga, dan pelestarian lingkungan hidup. Penandatanganan dilakukan oleh Koordinator GPTP Erna Witoelar dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono dan disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan. Dalam sambutannya, Erna menyatakan bahwa GPTP sudah dirancang untuk dibentuk menjadi suatu kelembagaan untuk menjamin keberlangsungan dan keberlanjutan dari gerakan ini. “Ada tim kecil untuk menggodok kelembagaan ini, karena sejak 2007 banyak teman didaerah sudah melakukan penanaman dan pemeliharaan, lalu what next?” ujarnya. Sementara Wamentan mengungkapkan bahwa dibalik MoU yang telah ditandatangani ada komitmen, kewajiban dan tanggung jawab untuk mensukseskan MoU tersebut. Kementerian Pertanian sendiri siap untuk mendukung pelaksanaan MoU serta program-program GPTP secara keseluruhan. Wamentan juga menyebutkan bahwa saat ini 53% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan dimana sebagian besar merupakan golongan menengah, dan pada tahun 2030 diperkirakan penduduk di perkotaan menjadi 71% sehingga hanya 29% penduduk yang menyediakan pangan karena penduduk perkotaan tidak bermata pencaharian dibidang pertanian. Golongan menengah tersebut tidak hanya meminta tercukupinya kuantitas pangan, tetapi juga kualitas, seiring dengan banyaknya pilihan pangan seperti pangan organik dan sebagainya. “Beban pembangunan pertanian semakin berat, tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan 250 juta penduduk, tapi juga memenuhi kepuasan konsumen diantara pilihan pangan tadi,” ujar Wamentan. Disampaikan juga bahwa GPTP merupakan sebuah gerakan yang terus menerus karena sebuah permulaan yang sudah baik tidak boleh dilupakan begitu saja, “Apa yang sudah baik harus dikembangkan dan ini menjadi tanggungjawab ibu-ibu semua,” tambah Wamentan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut mendukung gerakan ini khususnya melalui pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari, bahkan pada tahun lalu telah diberikan penghargaan oleh GPTP kepada tujuh komunitas yang berhasil melaksanakan KRPL dengan baik.


Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us