ITPGRFAIndonesia telah menjadi negara berkembang pertama yang memberikan kontribusi keuangan sukarela ke Benefit – Share Fund dari International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA) atau Perjanjian Internasional tentang Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian.

Kontribusi Indonesia sebesar USD 100.000 tiba disampaikan Menteri Pertanian, Dr. Suswono pada peluncuran Call Proposal Proyek untuk yang ke-3 guna mendukung proyek-proyek di negara-negara berkembang. Kontribusi Indonesia akan diarahkan pada pendanaan ronde ke-4 proyek, yang diharapkan akan diluncurkan pada tahun 2016 (7/4).

Penerima manfaat utama dari dana ini adalah petani kecil dan masyarakat lokal di negara-negara berkembang, yang bekerja untuk mempertahankan dan meningkatkan keanekaragaman tanaman pangan. Dr Suswono, mengatakan, "Kontribusi ini merupakan komitmen yang kuat Indonesia terhadap traktat yang telah ditandatangani.

Tentunya Indonesia berharap bahwa ini akan menginspirasi negara lain untuk juga menyumbangkan sejumlah dana sehingga dapat terus menguatkan kepentingan bersama." Dr Shakeel Bhatti, Sekretaris Jenderal ITPGRFA yang bertugas mengawasi dana ini sangat senang dengan partisipasi sukarela Indonesia ini dan berterima kasih atas dukungan dan kepemimpinan Indonesia. "Meskipun ini mungkin tampak kontribusi yang sederhana, namun menunjukkan dukungan dan keseriusan Indonesia dalam mendukung upaya dan pembagian manfaat di bawah Perjanjian Internasional, sesuatu yang diharapkan juga dari negara-negara lain dan organisasi pendonor untuk bergabung."

Dana disalurkan melalui Perjanjian Internasional ini sudah membuat dampak positif pada lebih dari 15.000 petani di 55 negara, dengan investasi hampir Rp 9,6 juta melalui 41 proyek sejak tahun 2009, dan kami berharap untuk terus melakukannya di masa depan," demikian ditambahkan Dr. Bhatti.

Negara-negara lain yang baru-baru ini telah memberi kontribusi pada Benefit - Sharing Fund termasuk Australia, Italia, Norwegia, Spanyol, dan Uni Eropa. Pelamar yang memenuhi syarat termasuk organisasi pemerintah dan non-pemerintah - termasuk petani dan organisasi petani, genebanks dan lembaga penelitian, serta organisasi-organisasi regional dan internasional - yang merupakan negara anggota penandatangan Perjanjian Internasional dapat memasukkan proposalnya paling lambat 5 Mei 2014 melalui jalur resmi.

Informasi lebih lanjut : International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA)

 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us