Kapus RakerDalam rangka merumuskan arah dan kebijakan penelitian dan pengembangan hortikultura pada lima tahun mendatang, maka Puslitbang Hortikultura menyusun Rencana Strategis tahun 2015-2019. Rencana Strategis Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura tahun 2015-2019 berisikan visi, misi, tujuan, sasaran, strategis, kebijakan, strategi, program dan kegiatan litbang hortikultura selama lima tahun kedepan (2015-2019). Dokumen renstra 2015-2019 disusun sebagai acuan dan arahan bagi Unit Pelaksana Teknis Jajaran Birokrasi dilingkup Puslitbang Hortikultura dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura periode 2015-2019 secara menyeluruh, terintegrasi, dan sinergis baik di dalam maupun antar subsektor/sektor terkait.

Rapat Kerja terbatas Puslitbang Hortikultura tahun 2014 dilaksanakan tanggal 12-14 Pebruari 2014 di Batu, Malang, Jawa Timur dibuka secara resmi oleh Kepala Puslitbang Hortikultura Dr. Prama Yufdy mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian. Tema Rapat Kerja adalah “Penyusunan Renstra Puslitbang Hortikultura 2015-2019 melalui Penerapan 9 Sistem Inovasi dan Tagline Badan Litbang Pertanian dan Pengembangan Science, Innovation, Networks mendukung Pertanian Bioindustri”. Rapat Kerja Puslitbang Hortikultura tahun 2014 ini, dilaksanakan dalam rangka penyelesaian akhir draft Renstra Puslitbang Hortikultura periode tahun 2015-2019 yang telah disusun melalui kegiatan diskusi secara iteratif pada beberapa waktu terakhir. Selain itu, Rapat Kerja ini juga dilakukan sebagai upaya untuk menuntaskan pelaksanaan kegiatan sesuai target output Renstra periode tahun 2010 – 2014.
Dalam sambutannya Kepala Badan Litbang Pertanian mengataakan bahwa Tema Raker Puslitbang Hortikultura Tahun 2014 ini sangat strategis untuk mengukuhkan kualifikasi litbang hortikultura berkelas dunia yang mampu menjawab permasalahan subsektor hortikultura sesuai dengan dinamika perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks. Ke depan kinerja lembaga litbang hortikultura harus mampu menghela terwujudnya subsektor hortikultura nusantara yang modern berbasis Bio-Science (Genom Research), teknologi Inovasi serta, aplikasi IT (Bio-informatika dan Agrimap Info). Pembangunan subsektor hortikultura harus diarahkan pada terwujudnya sistem pertanian yang berdaya saing global serta mampu memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan petani, nilai ekspor dan mendorong berkembangnya pusat pertumbuhan ekonomi berbasis bioindustri di daerah.

Kepala Badan juga mengingatkan bahwa memasuki periode pembangunan tahun 2015 – 2019, Badan Litbang Pertanian menempuh pendekatan 9 sistem inovasi sesuai dengan segmentasi sistem agribisnis, yaitu (1) Pengelolaan Sumber Daya, (2) Sistem Produksi, (3) Pasca Panen/Pengolahan, (4) Logistik/Distribusi, (5) Pengelolaan Lingkungan, (6) Pemasaran hasil, (7) Inovasi Kelembagaan, (8) Dukungan Manajemen, dan (9) Blok Program. Sistem inovasi tersebut diselaraskan dengan konsep bioekonomi yang bertumpu pada bidang bioteknologi dan bioenjinering. Di dalam menerapkan 9 sistem inovasi tersebut, Badan Litbang Pertanian mengembangkan jaringan kerjasama dengan berbagai instansi terkait di dalam maupun di luar Kementerian Pertanian. Hal ini sejalan dengan tagline Badan Litbang Pertanian yaitu Science, Innovation, dan Network yang mengimplementasikan keterpaduan hulu – hilir dalam penciptaan invensi dan pengembangan inovasi melalui sinergi sistem litkajibangdiklatluhrap.

Keunggulan pembangunan hortikultura di dalam negeri dalam era persaingan global haruslah didasarkan pada potensi sumberdaya tropika untuk menghasilkan biomassa dan dijadikan sebagai basis keunggulan kompetitif dalam bioekonomi. Pembangunan hortikultra dilandasi oleh keunggulan kawasan tropika yang secara alami merupakan kawasan yang efektivitas dan produktivitas dalam pemanfaatan energi matahari melalui proses budidaya dan bioenjinering hayati untuk menghasilkan biomassa dan energi yang siap pakai.

Arah kebijakan dan strategi pembangunan hortikultura mengacu pada arah visi, misi, dan sasaran utama pembangunan pertanian dalam SIPP 2013-2045. Pembangunan hortikultura ke depan diarahkan untuk mewujudkan sistem hortikultura yang mandiri, maju, adil dan makmur. Pembangunan hortikuktura harus mengarah pada terwujudnya sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan yang menghasilkan beragam produk bernilai tambah tinggi dari sumberdaya hayati tropika. Program dan kegiatan utama litbang pertanian adalah melaksanakan penelitian untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi, sehingga porsi utama alokasi sumberdaya harus difokuskan untuk melaksanakan kegiatan penelitian yang menghasilkan invensi dan inovasi terobosan.

Seluruh jajaran Puslitbang Hortikultura perlu melakukan Revitalisasi Sumberdaya Litbang untuk mendukung peningkatan kinerja kelembagaan dan mengaktualisasikan perannya dalam pembangunan subsektor hortikultura. Revitalisasi perlu diarahkan pada penerapan corporate management dalam penatakelolaan litbang hortikultura yang mencakup : (1) refokusing program dan kegiatan yang mendukung peningkatan daya saing, nilai tambah dan kesejahteraan petani, (2) penyediaan sarana prasarana yang memadai, dan (3) peningkatan kualitas SDM yang kompeten. Indikator keberhasilan dukungan inovasi dalam pembangunan subsektor hortikultura ialah sebagai berikut : (1) teradopsinya inovasi secara berkelanjutan oleh para pelaku usaha; (2) meningkatnya produksi, produktivitas, kualitas hasil, daya saing dan pengembangan ekspor; (3) tumbuhnya kelembagaan inovasi hortikultura; (4) peningkatan koordinasi dan kerjasama vertikal dan horisontal dalam sistem rantai nilai; dan (5) berkembangnya potensi ekonomi berbasis hortikultura di sentra produksi, demikia Kepala Badan Litbang Pertanian.


Sumber : Puslitbanghortikultura

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us