Pembaca. Petani di mana pun Anda berada. Alhamdulillah, untuk tahun ini petani bawang merah kita optimis untuk dapat memenuhi kebutuhan nasional dalam negeri. Karena kondisi cuaca tahun ini diproyeksikan bagus untuk produksi bawang merah. Selain karena panen bisa terjadi sepanjang tahun juga diperkirakan dapat bergantian panen di setiap daerah.
Terkait harga komoditas bawang merah, pemerintah terus berupaya menstabilkan harga di pasaran. Salah satunya dengan melakukan pemetaan daerah sentra bawang merah di Indonesia. Dengan pemetaan tersebut, diharapkan daerah sentra dapat menyuplai kebutuhan daerah lain yang belum terpenuhi. Dan untuk mengatasi lonjakan harga bawang merah, ke depan Kementerian Pertanian akan memperbanyak pembangunan cold storage untuk menyimpan hasil panen. Sehingga saat suplai minim sementara kebutuhan bawang meningkat, petani dapat menjual bawang yang disimpan di cold storage tersebut.
Pada bulan Oktober 2013 kemarin pemerintah telah mengeluarkan harga referensi untuk bawang merah yaitu sebesar Rp. 25.700 per kilogram. Harga bawang merah di tingkat petani Rp 11.935 per kilogram yang didapat dari harga balik modal petani Rp 9.547 ditambah keuntungan 40 persen.
Saya juga menghimbau kepada kepala daerah untuk melakukan stabilisasi harga agar petani tidak rugi. Misalkan saat panen berlimpah dan harga cenderung turun. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Brebes, yakni menampung dengan cara membeli bawang petani dengan harga yang pantas. Untuk menyelamatkan petani dari para tengkulak yang menekan harga di tingkat petani. Langkah ini sangat baik untuk menjaga agar petani tetap bergairah menanam bawang.
Pembaca, terkait produksi bawang merah, Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai pengembangan dan penelitian guna memenuhi kebutuhan produksi bawang merah dalam negeri termasuk dalam pengembangan budidaya bawang merah di lahan gambut. Penanaman bawang merah di lahan gambut ini merupakan program terobosan sebagai upaya pengembangan lebih luas pertanaman bawang merah spesifik lahan gambut termasuk pada kondisi di luar musim (curah hujan tinggi). Selain dikarenakan melihat wilayah negeri kita yang memiliki potensi dataran rendah lahan gambut yang luas.
Pada pengembangan budidaya bawang merah, selain pentingnya perencanaan tanam yang tepat, seperti waktu tanam yang tepat yaitu bulan April-Juni untuk menghindari ledakan hama ulat bawang sedangkan penanaman bulan September-Oktober menghindari serangan penyakit bercak ungu. Sangat penting sekali terutama ketika mengembangkan tanaman pada lahan marjinal untuk mempertimbangkan penggunaan varietas, karena tidak semua varietas adaptif. Untuk itu, Kementerian Pertanian sendiri telah banyak melepas varietas atau kultivar bawang merah unggul terutama varietas yang teruji mampu beradaptasi di lahan gambut.


Sumber : Tabloid Sinar Tani

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us