Orasi ProfesorBOGOR - Menutup tahun 2013 ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kembali mengukuhkan tiga professor riset di bidang budidaya tanaman, hama dan penyakit serta bidang teknologi pascapanen di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor (31/12/2013). Profesor riset yang dikukuhkan pada merupakan professor riset Kementerian Pertanian yang ke 113, 114 dan 115.

Pada kesempatan tersebut disampaikan orasi pengukuhan bidang Budidaya Tanaman Hortikultura tentang “Inovasi Sistem Pengelolaan Hara Terpadu Pada Usahatani Sayuran Intensif Berkelanjutan di Lahan Kering” oleh Prof. Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS. Dalam orasinya Prof. Dr. Yusdar Hilman mengungkapkan tentang dampak buruk penggunaan pupuk an-organik yang intensif, terutama pada komoditas sayuran di dataran tinggi, terhadap kesuburan dan kesehatan tanah. Cemaran pupuk kimia tidak saja menurunkan produktivitas lahan, namun juga menyebabkan rendahnya daya saing produk yang dihasilkan petani serta pendapatan mereka.

Untuk memperbaiki kualitas lahan, Prof. Dr. Yusdar Hilman menyarakan untuk penerapan inovasi teknologi konservasi lahan dan aplikasi pupuk kimia yang dikombinasikan dengan pupuk organik dan pupuk hayati, serta pemilihan jenis tanaman yang tepat.

Sementara itu Prof. Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dalam orasi pengukuhan Bidang Hama dan Penyakit Tanaman berjudul “Inovasi Pengendalian Nematoda Parasitik Menggunakan Varietas Tahan untuk Meningkatkan Daya Saing Komoditas Hortikultura”, mengungkapkan bahwa penciptaan varietas tahan nematoda, sangat penting untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan keberlanjutan pasokan produk hortikultura di Indonesia.

Untuk memperpanjang durabilitas ketahanan dan keberlanjutan usaha tani, dianjurkan agar upaya penciptaan varietas tahan nematoda ini diintegrasikan dengan berbagai teknologi pengendalian lain seperti nematisida sintetik, pengendalian secara fisik, penerapan kultur teknis, dan aplikasi musuh alami dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Upaya pengendalian yang dikembangkan Prof. Dr. Ir. Budi Marwoto, MS ini telah mengantarkan yang bersangkutan untuk menghasilkan tiga varietas krisan unggul, yaitu Puspita Nusantara, Puspita Pelangi, dan Dewi Ratih, yang telah dikembangkan secara komersial dan diekspor ke manca Negara. Berkat penemuannya ini Prof. Dr. Ir. Budi Marwoto, MS telah mendapatkan Anugerah Kekayaan Intelektual (AKIL).

Prof. Dr. Sri Widowati menyampaikan orasi tentang “Inovasi Teknologi Pangan Fungsional Berbasis Karbohidrat Untuk Perbaikan Gizi Masyarakat”. Lebih lanjut diungkapkan, pengembangan pangan fungsional yang dilakukan melalui penurunan indeks glikemik (IG) beras dan pangan sumber karbohidrat lainnya, serta aplikasi teknologi fortifikasi untuk pengkayaan komponen gizi produk pangan, merupakan jawaban terhadap pergeseran preferensi makan masyarakat ke arah pangan yang lebih sehat.

Menteri Pertanian dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Balitbangtan Dr. Haryono mengatakan bahwa berdasar berbagai bahasan disimpulkan bahwa Indonesia berada dalam resiko sebagai negara yang masuk dalam jebakan sebagai negara dengan income menengah dan sangat sulit meningkat menjadi negara dengan pendapatan tinggi, dan salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya produktivitas tenaga kerja pertanian dan tidak berjalannya transformasi ekonomi, yang ditandai perpindahan tenaga kerja dari pertanian ke sektor informal dengan produktivitas yang rendah juga.

Salah satu jalan bagi peningkatan produktivitas di sektor pertanian adalah melalui pengembangan bio-industri, yaitu dengan mengembangkan nilai tambah yang maksimum terhadap semua produk pertanian yang dihasilkan petani, yang dirasa merupakan salah satu jalan dalam menyiasati upaya peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, di tengah rendahnya rata-rata penguasaan lahan oleh petani.

Menteri pertanian mengapresiasi hasil pemikiran yang telah dituangkan oleh ketiga profesor riset yang dikukuhkan dalam orasi pada kesempatan ini. “Apa yang digagas sangat relevan dengan upaya kita di Kementerian Pertanian dalam menjawab berbagai tantangan dalam pembangunan pertanian ke depan, terutama untuk mewujudkan pertanian bio-industri.” ujarnya.


 

Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us