Mentimun Litsa Hijau copy

Ada keraguan ketika akan mencicipi mentimun Litsa Hijau berukuran besar. Ternyata teksturnya renyah dan terasa segar, jauh dari rasa pahit.

 

Di kebun percobaan yang terletak di Lembang, Bandung, Jawa Barat ini pengunjung akan disuguhi berbagai jenis varietas unggul sayuran hasil inovasi para penelitinya. Salah satunya adalah mentimun litsa hijau yang baru saja di launching Kementerian Pertanian, 8 November 2013 lalu.

Uun SumpenaTeksturnya renyah dan rasa tidak pahit saat penulis mencoba merasakan mentimun yang dikembangkan tiga pemulia Balitsa, yakni Uun Sumpena, G Wiguna, dan E Sofiari. Menurut sang pemulianya, Uun Sumpena, dua hal itu menjadi ciri utama varietas unggul mentimun litsa hijau. “Semua bagian mentimun enak dan tidak pahit, jadi tidak ada bagian yang terbuang,” ungkap Sumpena kepada Majalah Sains Indonesia, belum lama ini.

Mentimun hasil pengembangan peneliti Balitsa, ini memiliki berbagai keunggulan. Teksturnya renyah, tidak pahit dan memiliki produktivitas yang tinggi.

Bukan itu saja, mentimun hasil silangan dari Indonesia (LV 2908) dengan Filipina (LV 2276) ini juga berukuran lebih besar dan panjang dibanding jenis mentimun lainnya. Mentimun yang siap panen, memiliki panjang 20,7-24,4 cm dengan diameter 2,8-3,6 cm. Berat per buahnya bahkan bisa mencapai 184,5 gram atau 1,0 – 1,8 kg per tanaman.

Soal masa panen, mentimun litsa hijau ini juga cukup cepat. Pada umur 28-30 hari setelah tanam sudah mulai berbunga dan pada umur 37-39 hari setelah tanam sudah bisa dipanen. Produktivitas mentimun berwarna hijau tua ini juga cukuyp tinggi. Dalam satu hektar, mampu menghasilkan 27,6-57,3 ton. “Kebutuhan benih per hektar hanya 2 kg, dengan populasi 30.000 tanaman. Jumlah buahnya bisa mencapai 7 – 12 buah per tanaman,” jelas Sumpena.

Berbeda dengan mentimun jenis lainnya, litsa hijau ini memiliki daya simpan yang cukup panjang. Jika disimpan pada suhu 25 – 26oC, litsa hijau mampu bertahan hingga 9 hari setelah panen.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim sangat mengapresiasi dan bangga dengan inovasi yang dihasilkan Balitsa, Badan Litbang Pertanian. Hasanuddin berharap mentimun jenis ini segera dikenalkan kepada masyarakat, termasuk pedagang gado-gado atau rujak, karena mentimun yang dihasilkan Balitsa memiliki rasa yang enak dan tidak pahit.

Sementara itu, Liferdi Lukman, Kepala Balitsa, Badan Litbang Pertanian mengatakan varietas sayuran yang dihasilkan merupakan hasil penelitian dan uji adaptasi cukup tinggi di masing-masing daerah. Untuk mentimun litsa hijau, kata Liferdi, mampu beradaptasi dengan baik pada dataran menengah dengan ketinggian 400 – 700 m dpl seperti di Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung.

Slamet Widayadi


Sumber : Majalah Sains Indonesia


favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us