Kentang MediansSelain produktivitasnya tinggi yaitu 32 ton/ha, kentang varietas medians hasil inovasi para peneliti Badan Litbang Pertanian ini juga berendemen tinggi, sehingga sangat sesuai untuk kebutuhan industri pembuatan keripik kentang (chips).

Berbagai keunggulan kentang varietas medians menjadi daya tarik perusahaan yang bergerak di  perbenihan, yaitu PT Papandayan dan Cikurai Farm untuk melisensinya. Untuk mendapatkan varietas unggul baru (VUB) kentang yang sesuai dengan permintaan industri ini mereka pun rela menunggu selama satu tahun. “Sudah satu tahun yang lalu saya memesan agar Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Badan Litbang Pertanian menciptakan varietas unggul baru kentang yang sesuai permintaan industri dan Alhamdulillah akhirnya terealisasi,” kata Muhammad Khudori, direktur PT Papandayan and Cikurai Farms, saat ditemui- Majalah Sains Indonesia, di sela-sela Launching Inovasi Teknologi Sayuran II di Balitsa, Badan Litbang Pertanian, Bandung, baru-baru ini.

Menurut Khudori, VUB yang baru dilepas tersebut sangat sesuai untuk keripik kentang dan hampir sama dengan kentang varietas atlantik. “Kalau varietas atlantik memang sangat cocok bagi industri, tapi tidak disukai petani karena rentan terhadap penyakit. Berbeda dengan varietas medians, amabile dan maglia yang tahan terhadap penyakit,” kata Khudori.

Kusmana, pemulia kentang dari Balitsa mengatakan kentang varietas medians produktivitasnya tinggi, yaitu 32 ton/ha, tahan terhadap penyakit, rendeman tinggi , dan keuntungan yang didapat petani juga lebih banyak. “Kentang varietas atlantik produktivitasnya rata-rata 20 ton, sedangkan varietas medians mampu menghasilkan hingga 32 ton/ha karena umbinya bisa mencapai 10 sampai 14 buah. Sedangkan varietas atlantik rata-rata umbinya hanya 6 buah,” jelas Kusmana. Selain itu, pengeluaran untuk budidaya kentang varietas medians juga relatif rendah karena bibit varietas medians bisa digunakan empat sampai lima kali sedangkan bibit atlantik hanya bisa dua kali, setelah itu harus diganti. “Modal untuk budidaya kentang varietas medians sekitar Rp 50 juta. Berbeda dengan modal varietas atlantik yang mencapai Rp 70 juta. Jika modal bisa ditekan, maka keuntungan petani bisa lebih besar,” kata Kusmana. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim mengatakan kentang yang dihasilkan Balitsa sangat bagus karena sesuai dengan kebutuhan industri. “Saya juga mengapresiasi dan bangga. Pertama, peneliti-peneliti kita tidak duplikasi dengan yang apa yang telah dilakukan perusahaan-perusahaan benih swasta. Kedua, mereka memilih kentang yang biasa diimpor, yaitu kentang untuk membuat keripik kentang (chips) atau kentang untuk olahan pabrik,” ungkap Hasanuddin.

Jaminan Varietas

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Dr Haryono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Pusat Hortikultura, Muhammad Prama Yufdy mengatakan acara peluncuran sayuran ini sangat penting untuk memperkenalkan VUB sayuran kepada para pengguna/petani. Haryono menjamin bahwa varietas-varietas tersebut sudah melalui proses perakitan yang cukup panjang, teruji secara ilmiah, dan sudah resmi terdaftar di kantor Perlindungan Varietas Tanaman, Kementerian Pertanian. Selain meluncurkan produk kentang varietas medians, Balitsa juga melepas empat varietas unggul baru yaitu kentang amabile (potensi hasil 29,2 ton/ha), kentang maglia (potensi hasil 29,2 ton/ha), mentimun varietas lisa hijau (potensi hasil 57 ton/ha, rasa enak dan renyah, daya simpan 9 hari), dan jamur kuping varietas nawangsari (potensi hasil 600 g/log, rasa renyah dan tubuh buah besar).

Kepala Balitsa, Badan Litbang Pertanian, Liferdi Lukman mengatakan kegiatan peluncuran inovasi teknologi sayuran merupakan agenda rutin dua tahunan Badan Litbang Pertanian pasca dikeluarkannya UU No 13 tahun 2010. “Varietas baru yang telah didaftarkan harus di-launching,” kata Liferdi. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama lisensi kentang varietas medians antara Badan Litbang Pertanian dan PT Papandayan and Cikurai Farms. Nota kesepahaman juga dilakukan antara Balitsa dan CV Citra Semayang Indonesia dalam memproduksi benih mentimun hibrida varietas litsa hijau, yang akan ditindaklanjuti ke tingkat kerja sama lisensi dalam waktu 3 bulan setelah penandatanganan MoU.

Slamet Widayadi


Sumber : Majalah Sains Indonesia

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us