Meski tak luas, seperempat hektar lahan eks sawit ini menjelma menjadi hamparan tanaman bawang merah. Bukan sembarang bawang merah, tanaman bawang merah ini bukan ditanam dari umbi melainkan dari benih biji (True Shallot Seed/TSS).
Kelompok tani Tunas Harapan, Desa Sumber Arum, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma yang belum pernah tanam bawang merah ini, dengan tekad yang kuat ingin tanam bawang merah.
Dengan pendampingan teknologi budidaya TSS dari penyuluh BPTP Balitbangtan Bengkulu (Eko Kristanto, S.Pt), mulai dari pengolahan lahan, penyemaian, pindah tanam, pemeliharaan, saat ini tanaman bawang merah telah berumur 40 hari setelah tanam dan tumbuh dengan baik. Kepala BPTP Bengkulu pada hari Selasa (6/10/2020) dan Tim berkunjung ke lokasi dan bertemu langsung dengan petani.
Kepala BPTP Bengkulu (Dr. Yudi Sastro, S.P, MP) sangat mengapresiasi petani dan penyuluh pendamping atas kerja keras untuk mewujudkan tanam bawang merah dengan TSS ini. Budidaya bawang merah dengan biji lebih efisien dan menguntungkan bagi para petani karena kebutuhan benih bawang merah untuk 1 hektar hanya memerlukan 2 – 3 kg benih TSS saja, sedangkan jika menggunakan umbi, kebutuhan umbi kurang lebih 1,2 ton umbi.
Budidaya bawang merah TSS berbeda sedikit tahapan dibandingkan dengan budidaya bawang merah dari umbi, karena harus dilakukan persemaian terlebih dahulu sebelum ditanam di lahan. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30 – 40 hari.
Saat pemindahan dari persemaian ke lahan merupakan titik kritis tanaman bawang merah. Tanaman akan menghadapi stress pemindahan.
Semoga berhasil...
 
Sumber : BPTP Balitbangtan Bengkulu
favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us