Lembang --- Hingga sekarang memang belum banyak petani yang konsen menghasilkan kentang untuk kebutuhan industri olahan. Kalaupun ada, produktivitasnya masih sangat kecil dan tidak mencukupi bahkan memenuhi kebutuhan industri yang berkesinambungan.

Satu dari sekian banyak petani itu adalah Hikmah Farm yang memang telah bergerak di perbenihan kentang (G0) untuk petani-pentani kentang di daerah sentra hortikultura. 

"Tahun lalu bisa memproduksi sebanyak 45 ton per hektar dari kentang Medians yang memang banyak dibutuhkan untuk industri olahan. Selain median kita juga menanam kentang Granola, Grand Intan, Lembang dan Dayang Sumbi. Semua produktivitasnya diatas produktivitas rata-rata nasional yang hanya 16 ton per hektar,” beber Production Manager Hikmah Farm, Bunyan Ismail.

Melihat produktivitas nasional yang masih rendah, Bunyan mengaku optimis jika Indonesia bisa meningkatkan produktivitas nasional dari kentang, tentunya dengan menerapkan cara pengolahan tanah, pemilihan benih produktivitas tinggi, pemeliharaan hingga pascapanennya.

Mulai dari pengolahan tanah, Bunyan menuturkan Hikmah Farm mengadopsi cara Belanda untuk menghasilkan aneka tulip dan hortikultura dengan menggenangi tanah yang akan ditanami dengan air agar penyakit tular tanah yang biasa menyerang tanaman hortikultura menjadi mati. 

“Di Belanda mereka genangi tanahnya selama 2 bulan sebelum digunakan untuk bertanam kentang. Kalau di Hikmah Farm kita genangi selama semusim dahulu . Hasilnya produktivitas meningkat dan penyakit layu terhindari,” jelasnya.

Untuk pengairan di lahan pertanaman kentang seluas 20-30 hektar, dirinya menggunakan embung dan dialirkan menggunakan sprinkler sehingga dalam 1 hari, minimal 1 hektar lahan bisa tersirami selama 4-5 jam.

Rekondisi Lahan

Untuk menjaga kesuburan lahan, Hikmah Farm menggunakan sistem rekondisi tanah dan pemupukan yang berimbang. “Lahan disini sudah digunakan lebih dari 60 tahun untuk bertan kentang dan hortikultura. Daripada membuka lahan, lebih baik mengolah tanahnya (rekondisi) agar tanah kembali subur untuk mengoptimalkan prodhktivitas,” jelasnya.

Hikmah Farm menggunakan dolomit dan zeolit untuk melakukan rekondisi lahan serta menggunakan kompos. “Kita gunakan dosis 2- 8 ton dolomit dan 1- 4 ton zeolit. Kemudian untuk kompos kita gunakan kompos matang yang dicampur dengan Trichoderma dan Pupuk Organik Cair (POC) yang komplit untuk penghancur P, penambat N, dan dekomposer,” urainya.

Hikmah Farm juga menyoroti permasalahan hollow hart atau kondisi kentang kopong bagian dalam sebagai salah satu permasalahan ditolaknya kentang untuk masuk industri pengolahan. “Itu terjadi karena kebanyakan  nitrogen namun kekurangan CaMgs karena itu, bisa ditambahkan dengan kalsium nitrat,” tuturnya.

Sedangkan resep pemupukan ala Hikmah Farm bisa menggunakan NPK (6-8 kuintal), TSP (3-4 kuintal), KCL (1,5-2 kuintal) dan Kalsium Nitrat (1,5- 2 kuintal) serta Magnesium Sulfat (1,5 – 2 kuintal). “Bisa juga ditambahkan asam humat, asam amino untuk meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Dalam pengendalian hama penyakit tanaman (HPT), Hikmah Farm selalu melatih petani binaannya untuk menggunakan pestisida dengan tepat agar efisien. “Dua tahun terakhir kita sedang mencoba menggunakan drone sprayer. Tapi masih mencari cara yang tepat,” tuturnya.

Hasil produksi dari Hikmah Farm kini sudah menembus pasar supermarket dengan kentang-kentang supernya yang dikemas dalam ukuran 1,5 kg dan 20 kilogram dan mendapatkan respon yang positif. “Kita juga tengah mencoba memasukkan ke industri olahan,” tuturnya.

Tertarik untuk mencoba bertanam kentang? Hikmah Farm menyediakan benih kentang Medians G0 (G Nol) yang bisa digunakan petani untuk mulai bertanam kentang. 

 

Sumber : https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/horti/13739-Intip-Cara-Hikmah-Farm-Hasilkan-Kentang-45-tonhektar?fbclid=IwAR1ZWMk9NlAT0YOJYU0cu3LnI7ULdAb0VtGwHEkQxW50a5jJNAHaLiJrAa8

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us