Lembang --- Anda baru menggeluti budidaya bawang merah?Atau sudah bertahun-tahun gagal karena serangan OPT? Anda wajib menyimak tips dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslit Hortikultura) berikut ini. 

Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan nasional yang mempunyai daya adaptasi luas dan nilai ekonomi cukup tinggi. Salah satu kendala bawang merah ialah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dalam konsep PHT, pengendalian OPT dapat dilakukan secara preventif sebelum ada serangan dan secara kuratif setelah ada serangan. 

Dimulai dari pengaturan pola dan waktu tanam. Pengaturan pola tanam bertujuan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit di suatu wilayah atau area lahan tertentu.

Oleh karena itu dalam pengaturan pola tanam harus diupayakan pergiliran tanaman dengan tanaman yang tidak berasal dari satu keluarga/ famili. Jika pergiliran tanaman dilakukan dalam satu famili, OPT akan selalu mendapatkan inang, sehingga siklus hidupnya berlanjut. 

Contoh upaya memutus siklus hidup OPT bawang merah dan cabai merah di dataran rendah dalam satu tahun adalah sebagai berikut : Januari-Maret (Padi), April-Mei (Bawang Merah), Juni-September (Cabai Merah), Oktober (Bera), November-Desember (Bawang Merah).

Langkah kedua adalah dengan pengaturan sistem tanam. Untuk mengurangi serangan OPT sistem tanam dapat dilakukan dengan sistem tumpangsari, tumpanggilir, menanam tanaman perangkap, menanam tanaman penghadang, atau menanam di dalam rumah kasa untuk menekan serangan OPT.

Gunakan varietas unggul. Selain karena selera pasar, produktivitas tinggi dan kesesuaian dengan kondisi lahan, faktor pent

Kemudian lakukan pengolahan lahan yang benar. Cara ini digunakan untuk menekan OPT dari dalam tanah. Oleh karena itu jeda waktu yang diperlukan dari pengolahan tanah awal sampai dengan siap tanam minimal 1 bulan. Dengan jeda waktu yang panjang, patogen dan kepompong hama di dalam tanah akan terjemur oleh sinar matahari sehingga akan mati.

Tanaman bawang merah dapat tumbuh baik pada tanah yang mempunyai kisaran pH tertentu, karena pH tanah berpengaruh terhadap penyerapan unsur hara oleh tanaman. Jika pH tanah tidak sesuai, maka pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimum, sehingga rentan terhadap serangan OPT.

Pada umumnya kemasaman tanah untuk tanaman bawang merah adalah 5,6-6,5 dan 5,5-6,8. Jika pH tanah kurang dari kisaran angka tersebut dapat dilakukan pengapuran menggunakan dolomit atau kaptan yang dilakukan minimal 1 bulan sebelum tanam.

Perlakuan benih menggunakan pestisida dilakukan untuk menekan serangan OPT tular tanah dan tular benih. Benih bawang merah dicampur dengan fungisida mankozeb dengan perbandingan 100 kg benih bawang + 100 g mankozeb diaduk rata lalu disimpan dalam karung plastik selama 1-2 hari.

Tanaman memerlukan unsur makro dan mikro yang sesuai dengan kebutuhannya agar dapat tumbuh optimal. Tanaman yang kelebihan atau kekurangan unsur hara akan rentan terhadap serangan OPT.

Pemupukan Nitrogen yang berlebihan akan mengakibatkan ukuran sel tanaman membesar dengan dinding sel yang lebih tipis. Akibatnya patogen dan hama lebih mudah menembus. Kekurangan unsur Fosfat dan Kalium akan mengakibatkan tanaman mudah terserang oleh penyakit. Dengan demikian pemupukan. Oleh karena itu sebelum tanam perlu dilakukan analisis tanah terlebih dahulu agar pemberian pupuk tepat.

Pengendalian OPT

Setelah ditanam, pengendalian selanjutnya adalah Pemasangan perangkap OPT bertujuan untuk menekan populasi awal OPT agar perkembangannya tidak menimbulkan kerugian.

Beberapa macam perangkap OPT yang direkomendasikan adalah Feromon Exi, yang digunakan untuk menekan serangan hama ulat bawang. Biasanya dipasang sebanyak 20 buah/hektar. Atau bisa juga menggunakan perangkap lampu sebanyak 40 buah per hektar.

Sedangkan untuk menekan populasi trips dan kutudaun, dipasang perangkap lekat warna kuning sebanyak 40-50 buah/ ha.

Dalam pengendalian OPT ramah lingkungan, peranan musuh alami harus lebih diutamakan dengan menitikberatkan pada pemanfaatan musuh alami domestik dengan cara menciptakan lingkungan yang mendukung semakin berfungsinya musuh-musuh alami secara maksimal. Beberapa musuh alami penting seperti parasitoid, predator dan cendawan entomatogen diketahui dapat menekan serangan OPT pada tanaman bawang merah.

Penggunaan biopestisida juga bisa dilakukan untuk mengendalikan OPT. Lebih dari 2300 jenis tumbuhan dari berbagai penjuru dunia diketahui dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan tidak kurang dari 100 jenis tumbuhan telah diketahui mengandung bahan aktif insektisida.

Beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai biopestisida dan efektif mengendalikan OPT cabai antara lain serai wangi, babadotan, kirinyuh, tagetes, mindi, nimbi, kipahit, kacang babi, legundi, kapayang, gamal, bintaro, mengkudu, berenuk.

Untuk pengendalian jamur, Anda bisa menggunakan fungisida sebagai bentuk pencegahan. Pada minggu pertama sampai dengan minggu ketiga diaplikasikan fungisida sistemik. Pada minggu keempat dan seterusnya diaplikasi fungisida protektif. Jika pada periode minggu keempat dan seterusnya masih terjadi serangan penyakit, maka dapat diaplikasikan fungisida sistemik. Setelah serangan penyakit tertekan kembali diaplikasikan fungsida protektif.

Adapun ambang batas kemunculan hama pada tanaman bawang merah adalah sebagai berikut, ulaat grayak eksigua sebanyak 0,1 kelompok telur/tanaman, kerusakan daun 5 persen, dan atau 30 ekor ngengat/perangkap/3hari. Sedangkan Lalat penggorok daun menyebankan kerusakan daun 10. Jika diketahui kemunculan hama tersebut lebih dari ambang batas tersebut, pengendalian OPT bisa dilakukan.

Pengendalian secara kuratif dilakukan jika populasi atau intensitas serangan oleh hama telah mencapai ambang pengendalian. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanik, yaitu mengumpulkan ulat kelompok telur, atau bagian tanaman yang terserang atau pengendalian secara kimiawi dengan melakukan penyemprotan insektisida yang efektif dan dianjurkan

Anda bisa mencari pestisida yang direkomendasikan pemerintah melalui aplikasi MyAgri dapat yang dapat pada perangkat smartphone android dengan cara mengunduh aplikasi tersebut di play store dan pilih aplikasi MyAgri. 

ing lain dalam memilih varietas ialah yang tahan terhadap serangan OPT.

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us