Bandung Barat --- Kematian tanaman cabai akibat virus kuning memukul petani cabai sebab pertanaman cabai umumnya mati dan tidak terselamatkan. Virus kuning tidak muncul sendiri sebab dibawa oleh Kutu Kebul tembakau (Bemisia tabaci). 

"Penularan Virus Kuning dipengaruhi oleh dua faktor yaitu tanaman inang Virus kuning dan Serangga vektornya," tutur Peneliti Ento-fitopatologi Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Bagus Kukuh Udirato.

Balai Penelitian Tanaman Sayura, (Balitsa) sendiri telah menguji tanaman famili Leguminosae  (kedelai, kacang panjang, kacang hijau, dan orok-orok) yang dapat berperan sebagai inang alternatif geminivirus (virus kuning). 

Sedangkan beberapa jenis tumbuhan liar atau gulma (H. brevipes, P. floridana, dan C. juncea), tanaman indikator (D. stramonium atau kecubung) serta gulma (A. conyzoides atau babadotan) yang biasa tumbuh di sekitar pertanaman cabai ternyata rentan terhadap serangan.

Penularan virus kuning pada pertanaman cabai hanya melalui serangga vector yaitu Kutu Kebul tembakau yaitu Bemisia tabaci. "Hubungan antara virus kuning dengan vektornya adalah semi persisten, artinya virus kuning ini berkembang dalam tubuh imago serangga vekornya, namun tidak terbawa pada telur dan nimvanya," bebernya.

Karena virus kuning (geminivirus) dapat berkembang biak di tubuh imago kutu kebul (B.tabaci), maka sekali imago kutu kebul mengisap virus kuning, seumur hidupnya dapat menularkan virus kuning pada pertanaman lainnya.  

"Tanaman cabai sebenarnya bukanlah inang yang sesuai untuk kolonisasi B.tabaci sehingga populasi B.tabaci jarang ditemukan. Tetapi, kejadian penyakit virus kuning lebih dominan ditemukan daripada kerusakan akibat aktivitas makan (seperti klorotik)," jelasnya. 

Bagus menuturkan bahwa hama ini bersifat polifag, sehingga sering ditemukan pada tanaman budidaya lainnya dan gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman cabe merah.

Karena itu, petani harus memperhatikan tanaman gulma maupun pertanaman lain di sekitar pertanaman cabai. "Serangga ini hama utama pada sebagian besar tanaman hias, sayuran, kacang-kacangan, dan kapas," tuturnya. 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us