Bogor -- Produksi kentang Indonesia memang tinggi, sayangnya hanya berupa kentang sayur yang kurang cocok untuk industri makanan dan minuman, terutama industri kentang goreng (french fries). Karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mempersiapkan dua varietas unggulan kentang industri.

Siapa yang tidak suka dengan kentang goreng atau keripik kentang?. Tapi tahukah Anda jika kentang goreng yang selama ini dinikmati dari restoran fast food merupakan kentang industri jenis Atlantic yang selama ini diimpor langsung dari Kanada, Australia dan Skotlandia.

Berkembangnya restoran fast food di Indonesia akhirnya mendongkrak juga impor kentang industri yang dipergunakan untuk bahan baku kentang goreng. Data dari Kementerian Perdagangan, di tahun 2016 volume impor kentang industri keripik dan kentang goreng  mencapai 76,982 ton terbagi kedalam kentang segar untuk bahan keripik sebanyak 36,638 ton dan kentang beku (kentang goreng/French fries) sebesar 40,344 ton.

Di sisi lain, industri pengolahan kentang goreng di dalam negeri pun belum berkembang baik juga lantaran tersedia varietas yang cocok untuk dijadikan kentang goreng. 

Tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama sebab di tahun 2019 silam, Badan Litbang Pertanian telah melepas kentang bahan baku kentang goreng yang diberi nama Papita Agrihorti. Di tahun 2020 ini juga, Balitbang Pertanian akan melepas kentang industri bernama Golden Agrihorti.

Hingga sekarang, Papita Agrihorti sudah mulai dicoba oleh swasta nasional selain untuk dijadikan sebagai kentang goreng juga diolah jadi produk antara berupa tepung untuk bahan pembuatan mashed potato dan aneka makanan dari kentang.

Adapun Karakteristik dari Papita Agrihorti ialah produktivitas di atas 20 ton/ha, kandungan karbohidrat 9,14 persen, kandungan gula reduksi 0,10 persen dan spesifik gravity 1,073 sehingga varietas tersebut memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai kentang goreng.

Sedangkan calon varietas unggulan lainnya adalah Golden Agrihorti. Calon varietas kentang tersebut menampilkan pertumbuhan dan hasil yang baik di sentra kentang Garut, Pangalengan dan Dieng.

Di skala lapang, produktivitas Golden Agrihorti mencapai 25,0 ton/ha pada musim kemarau dan produktivitas pada musim penghujan dapat mencapai 30 ton/ha.

Karakter lainnya dari varietas ini ialah kandungan karbohidrat 9,80, kandungan gula reduksi 0,04 dan Spesifik gravity 1,070 juga memnuhi syarat sebagai kentang goreng. Keunggulan lain dari varietas ini ialah tahan terhadap penyakit hawar daun sehingga dapat menghemat penggunaan fungisida. 

Dengan dirilisnya dua varietas kentang industri ini, industri kentang goreng dan berbagai industri berbahan baku kentang lainnya di dalam negeri bisa terbentuk dan mendongkrak perekonomian masyarakat tani.

Selengkapnya : https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/horti/12131-Ini-Dua-Varietas-Kentang-Balitbangtan-Cocok-Untuk-Industri-Kentang-GorenIni?fbclid=IwAR2V3RN0EWaV08Gb9HCoNwfHL9uPo58V9ggYPjfmQKXn6kZx1kOXYQLjn7E

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us