Dalam waktu setahun ini cukup banyak rotasi dan pergantian pejabat pimpinan UPT terutama para eselon 2, 3, dan 4 dilingkup Balitbangtan. Namun Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry meminta agar hal itu tidak menjadi penghalang untuk akselerasi program kegiatan. “Dalam dua bulan ke depan, saya minta semua UPT fokus pada akselerasi program dan konsolidasi internal,” tegas Fadjry. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Balitbangtan yang dihadiri para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Balitbangtan, di Banjarmasin (14/10/2019).

Sementara itu, sejumlah program unggulan akan berlanjut tahun depan seperti program selamatkan lahan rawa sejahterakan petani (Serasi), kawasan pertanian sejahtera (Sapira), dan pengembangan sapi Belgian blue di seluruh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) se-Indonesia. Khusus untuk Serasi, tahun depan akan dikembangkan di lima provinsi yang menjadi sentra produksi pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balitbangtan juga menyoroti pengelolaan kebun percobaan (KP) yang belum optimal. Balitbangtan memiliki 68 KP yang tersebar di 20 UPT dengan luas total lebih dari 2.000 hektare. Secara fungsi, KP digunakan untuk kegiatan penelitian dan pengkajian (litkaji), konservasi ex-situ sumber daya genetik (SDG), produksi benih sumber, show window inovasi teknologi. Selebihnya, KP dapat dimanfaatkan untuk kebun produksi, pendukung ketahanan pangan, media pendidikan, dan sebagai wahana agrowidyawisata. Dengan demikian, KP berperan sangat strategis sebagai sarana pelaksanaan tugas dan fungsi Unit Pengelola Teknis (UPT) dan sebagai wahana untuk menghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Saya minta UPT dan BPTP lebih banyak mengkaji dan mendaftarkan indeks geografis (IG) varietas lokal dan mengembangkan konservasi plasma nutfah variteas lokal,” kata Fadjry.

Sementara itu, terkait penyusunan program ke depan, Fadjry memberikan rambu-rambu agar 70% anggaran Badan Litbang dialokasikan untuk kegiatan yang bersifat top down (mendukung program pemerintah) dan 30% dialokasikan untuk kegiatan bersifat buttom up (spesifik lokasi). Fadjry juga meminta agar tahun 2020 tidak ada lagi kegiatan yang bersifat tumpang tindih dengan kegiatan riset lainnya, kegiatan riset harus disinergikan dengan lembaga penelitian lainnya, alokasi anggaran harus mendukung semua program Badan Litbang (Siwab, Upsus, Serasi, Bekerja, Petani Melinial, Opal dan Sapira), di mana peran masing-masing BPTP harus terlihat di kegiatan Sapira atau Kawasan Pertanian Sejahtera.

#SapaSore
#InovasiTiadaHenti

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us