Selasa, 1 Oktober 2019, Balai Penelitian Tanaman Sayuran melaksanakan kegiatan panen bawang putih di Dusun Karanganyar, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian BALITSA TA 2019 yang berjudul “Verifikasi Teknologi Budidaya Bawang Putih Menuju Produktivitas di Atas 20 ton/ha dalam Mendukung Mandiri Benih”. Kegiatan panen ini dihadiri oleh perwakilan dari Balitbangtan, Puslitbanghorti, beberapa BPTP Balitbangtan, Kepala BPTPH Surakarta, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Tegal dan petani bawang putih. Kegiatan panen bawang putih varietas Tawangmangu Baru ini dilaksanakan sebagai lanjutan dari kegiatan panen bawang putih varieast Lumbu HIjau yang telah dilakukan sebelumnya yaitu pada tanggal 18 September 2019. Produksi bawang putih varietas Lumbu Hijau mencapai 29 ton/ha brangkasan, yang artinya dapat bersaing dengan hasil produksi bawang putih di China sebesar 27 ton/ha umbi (FAO, 2017). Sedangkan bawang putih varietas Tawangmangu Baru yang dipanen tanggal 1 Oktober 2019 ini mencapai 36 ton/ha brangkasan. Hal tersebut menunjukkan bahwa produktivitas kedua varietas tersebut melebihi rerata produktivitas nasional yang hanya 8,7 ton/ha brangkasan. Dalam sambutannya mewakili Bupati Tegal, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tegal, Ir. Khofifah, M.M., menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Tegal sangat bangga wilayahnya dapat menghasilkan bawang putih yang sangat bagus yang dapat menyamai bawang putih impor melalui demplot bawang putih milik Balitsa. Pemerintah Kabupaten Tegal dan masyarakat di sini menyambut gembira hasil ini. Sedangkan Kepala Balitsa, Dr. Catur Hermanto, menyampaikan bahwa produksi nasional merupakan fungsi dari produktivitas dikalikan luas panen. Sehingga dengan produktivitas 8,7 ton/ha, maka untuk menghasilkan 500 rb ton, diperlukan sekitar 60 ribu hektar pertanaman bawang putih dalam satu tahun. Dengan meningkatnya produktivitas, maka kebutuhan luas panen akan berkurang. Dalam hal inilah fungsi teknologi menjawab tantangan kebutuhan luas lahan produksi. Namun demikian, Ka Balitsa menekankan bahwa produktivitas saja tidak cukup, karena Indonesia juga harus bisa bersaing dalam hal kualitas. Dalam hal ini Balitsa dapat membuktikan adanya peningkatan produktivitas dan kualitas umbi. Bawang putih hasil panen di Tegal ini mempunyai ukuran umbi yang tidak kalah dari bawang putih impor. Lebih lanjut Ka Balitsa menyampaikan tantangan berikutnya adalah bagaimana menurunkan biaya produksi bawang putih dan bagaimana teknologi ini dapat diterapkan pada skala produksi yang cukup untuk pemenuhan kebutuhan nasional. Apabila teknologi ini dapat dikembangkan pada skala nasional, kebutuhan luas tanam dan luas panennya dapat ditekan. Ka Balitsa mengharapkan hasil penelitian ini menjadi bukti kinerja dan sumbangan Balitbangtan untuk memenuhi produksi nasional bawang putih dan memenuhi program Kementerian Pertanian menuju swasembada bawang putih. Penyebarluasan dan penerapan teknologi ini di petani dan pihak-pihak yang berperan menjadi penting agar program swasembada bawang putih dapat terlaksana. Dalam akhir sambutannya, Ka Balitsa menyatakan bahwa Balitsa akan terus bekerja dalam lingkup sinergi Balitbangtan. Dalam waktu dekat, Puslitbanghortikultura akan memberikan materi pembekalan kepada seluruh BPTP yang mempunyai sentra produksi bawang putih, agar BPTP dapat berperan dalam penerapan teknologi budidaya bawang putih yang direkomendasikan Balitsa ini. Selanjutnya. Balitbangtan akan terus melakukan upaya perbaikan teknologi untuk menjawab permasalahan produksi di lapangan.

 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us