Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian (BB Pascapanen) menemukan manfaat lebih dari limbah tongkol jagung. Mengandung selulosa tinggi, tongkol jagung dapat disulap menjadi bahan hidrogel yang dikenal sebagai bahan untuk popok sekali pakai/diaper dan media tanam pengganti tanah.

Peneliti BB Pascapanen Christina Winarti menjelaskan, “Besarnya limbah tongkol jagung yang mencapai 5,7 juta ton dan belum dimanfaatkan dengan optimal. Dalam satu buah jagung, 40% berupa tongkol. Tongkol jagung memiliki kandungan selulosa mencapai 50%. Kandungan selulosa yang tinggi pada tongkol jagung dapat diproses lebih lanjut antara lain menjadi bahan hidrogel.”

“Hidrogel merupakan polimer dengan struktur sedemikian rupa sehingga mampu menyerap air dan menahannya dalam kurun waktu tertentu. Selama ini hidrogel biasanya berbahan sintetis dan telah mengganggu lingkungan karena tidak mudah terurai dengan jumlah limbah yang sangat besar karena pemakaiannya yang sangat luas,” tambah Christina.

Polimer karbohidrat yang memiliki potensi sebagai bahan baku hidrogel antara lain selulosa, yang dari limbah pertanian. Akan tetapi, menurut Christina, hidrogel berbasis polimer karbohidrat memiliki beberapa kelemahan diantaranya daya serap air dan kekuatannya relatif rendah.

Untuk meningkatkan daya serap dan kekuatan hidrogel, selulosa limbah tongkol jagung dibuat menjadi berukuran nanometer dengan wet milling.

“Dengan ukuran nano, selulosa di crosslink dengan bahan kimia tertentu atau iradiasi untuk menghasilkan hidrogel yang bisa digunakan sebagai bahan diapers atau media tanam. Pemanfaatan tongkol jagung bisa menghilangkan atau mengurangi penggunaan polimer kimia yang tidak ramah lingkungan dan sulit terurai,” ujar Christina.

Selain untuk diaper yang ramah lingkungan, hidrogel berbahan baku tongkol jagung ini juga telah digunakan sebagai media tanam pada tanaman cabai dan bawang merah. Hidrogel berbasis tongkol jagung bisa ditambahkan bahan lain seperti pupuk, pestisida, dan micronutrient lainnya untuk menambah manfaatnya.

Seperti dituturkan oleh Christina, hidrogel yang baik memiliki beberapa kriteria. Antara lain, dapat menampung pupuk dalam jumlah yang besar dapat melepaskan pupuk secara periodik, dapat menahan pupuk dalam waktu yang lama dan dapat menahan kelembaban tanah dan mengendalikan erosi tanah.

Lebih lanjut dijelaskan, “Untuk mendapatkan sifat yang mendekati sintetik tersebut selulosa perlu dimodifikasi secara kimia untuk meningkatkan sifat mekanisnya.”

Sumber: BB Pascapanen

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us