BOGOR – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) meluncurkan tiga produk Inovasi Balitbangtan pada hari kamis (22/8/2019). Produk Inovasi yang diluncurkan adalah produk-produk nanoteknologi, beras Inpari IR Nutri Zinc untuk atasi stunting, serta Kedelai Biosoy dengan biji besar dan hasil tinggi.

Launching produk inovasi Balitbangtan ini merupakan salah satu upaya kami dalam melakukan percepatan hilirisasi produk hasil litbang melalui sosialisasi kepada seluruh stakeholders terkait.

Adapun produk litbang nanoteknologi yang akan diluncurkan meliputi 1). Kemasan ramah lingkungan bioplastik dan biofoam nanoselulosa dari limbah pertanian sebagai alternatif kemasan konvensional; 2). Pupuk nanobiosilika cair dari sekam untuk meningkatkan nilai tambah limbah penggilingan padi, mengoptimalkan produksi tanaman sekaligus wujud zero waste agriculture; 3). Produk nanobiopestisida cair untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan pestisida serta menjaga kelestarian lingkungan; 4). Produk nanozeolit dan nanocoating yang dapat diterapkan dan meningkatkan umur simpan buah, seperti pada pisang, mangga, manggis, dan salak, lebih dari tiga minggu untuk tujuan ekspor sehingga dapat meningkatkan daya saing ekspor buah Indonesia; 5). Produk nanohidrogel dari limbah tongkol jagung yang dapat menjadi bahan alternatif untuk diapers dan media tanam pengganti tanah.

Produk litbang lain yang diluncurkan yaitu padi biofortifikasi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn tinggi dan dapat membantu mencegah dan meminimalisasi masalah stunting.

Sementara itu, produk litbang bioteknologi yang diluncurkan yaitu kedelai Biosoy yang memiliki ukuran biji besar dan produktivitas tinggi.

Dalam rangkaian acara launching ini, juga dilaksanakan penandatangan MoU, Perjanjian Kerja Sama dan Lisensi, serta Penyerahan Royalti tahun 2019 sebesar Rp 8.461.059.919 (Delapan Milyar Empat Ratus Enam Puluh Satu Juta Lima Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Sembilan Belas Rupiah).

Selain itu terdapat mini display produk-produk inovatif hasil litbang lainnya yang dapat dikelompokkan menjadi empat subtema untuk menjawab tantangan pertanian saat ini dan ke depan, yaitu (i) peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, (ii) peningkatan ekspor, (iii) pencegahan stunting dan pengentasan kemiskinan, dan (iv)  antisipasi perubahan  iklim dan ramah lingkungan.

Acara dihadiri oleh kurang lebih 500 tamu undangan dari empat pemangku kepentingan inovasi pertanian, yaitu akademisi, industri, pemerintah dan masyarakat atau yang dikenal ABGC. “Kami berharap acara ini akan meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar pihak ABGC dalam percepatan hilirisasi dan komersialisasi produk-produk hasil litbang Kementerian Pertanian", ujar Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry pada sambutannya.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

 

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us