Bogor - Melanjutkan rencana besar Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P. yang menginstruksikan seluruh Unit Pelayanan Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian untuk membangun dan mengoptimalkan lahan pertanian dan kebun percobaan (KP), Balitbangtan melaksanakan Workshop Pengelolaan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP)/KP. IP2TP sebagai lokasi penelitian, pengkajian, pengembangan dan diseminasi inovasi pertanian pada unit pelaksana teknis lingkup Balitbangtan.

IP2TP kedepan diharapkan mampu menjadi contoh bagi petani dan masyarakat disekitarnya dalam pembangunan pertanian di era industri 4.0. Bukan hanya mengenai budidaya, IP2TP juga dituntut menjadi bukti nyata yang mampu menarik minat petani memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah, efisiensi, dan keuntungan petani.

Sejak awal dibutuhkan perencanaan yang matang dan koordinasi yang maksimal dari seluruh UPT lingkup Balitbangtan untuk merumuskan bagaimana mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan teknologi Balitbangtan. Dengan memanfaatkan era industri 4.0, teknologi yang akan diterapkan nantinya adalah teknologi kekinian sesuai kebutuhan petani yang mumpuni dari segi teknis, dan menguntungkan secara ekonomi.

Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengatakan bahwa setiap UPT akan diminta membuat klasterisasi kebun percobaan sesuai ketersediaan sumber daya dan teknologi, dengan menerapkan otomatisasi pertanian. Kedepannya, akan segera dibentuk role model pengembangan pertanian di era industri 4.0 untuk mengoptimalkan lahan tidur, termasuk didalamnya satu  paket teknologi berbasis digital.

“Kunci utama dalam memaksimalkan kinerja KP dalam diseminasi teknologi pertanian adalah dengan membenahi tata kelola KP,” tambah Kepala Balitbangtan, Selasa (28/05/2019) di Aula Display Puslitbang Perkebunan Bogor.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di KP adalah meningkatkan produksi benih/bibit, diseminasi, dan pengkajian inhouse. Khusus untuk KP dengan lahan kering yang luas, kegiatan bisa difokuskan pada komoditas tanaman tahunan dengan penerapan teknologi modern, contohnya drip irigation.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, aka nada anggaran sekitar 100 juta untuk setiap KP pada masing-masing UPT di tahun 2020. Diharapkan anggaran tersebut mampu meningkatkan kinerja KP di bawah Balitbangtan. Kreativitas Kepala KP juga dinilai sangat penting untuk mengoptimalkan KP dengan anggaran yang terbatas. Selain itu, diperlukan kerja sama dengan masyarakat sekitar agar upaya pemerintah dalam memaksimalkan kinerja KP sesuai dengan potensi dan keinginan masyarakat, khususnya petani. (EPA) 

Sumber : (Balitbangtan)

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us