Kebutuhan akan pompa air di lapangan, khususnya pada musim kemarau cukup tinggi untuk menjamin ketersediaan air di lahan-lahan pertanian dalam mendukung Usaha Tani. Sayangnya, pompa komersiil yang ada, efisiensi bahan bakar dan daya penyaluran debit air tidak sebanding sehingga cenderung boros. 

Pompa air kini menjadi alat dan mesin pertanian yang banyak dibutuhkan oleh petani khususnya di wilayah sub optimal agar bisa meningkatkan usaha tani dan produksi. Untuk menjawab tantangan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) telah menghasilkan inovasi teknologi Pompa AP-S100 Hybrid. 

Pompa AP-S100 merupakan pompa sentrifugal dengan memanfaatkan bahan bakar hybrid yaitu BBM dan Gas (Elpiji) sehingga bisa dipergunakan petani disegala kondisi, termasuk pada di lahan sub optimal. Dibandingkan dengan pompa air lokal berukuran 4 inchi yang hanya mampu mencapai efisiensi 65 %, sedangkan AP-S100 ini bisa mencapai rata-rata efisiensi sebesar 68 %. 

Ciri khas dari teknologi pompa hybrid hasil rekayasa BBP Mektan adalah motor yang khusus didesain menggunakan bahan bakar bensin maupun LPG tanpa merusak komponen di dalam motor bakarnya. Converter kit yang digunakan juga sudah tersertifikasi Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) dan Honda Power Product Indonesia (HPPI) sehingga aman dalam penggunaan. 

Adanya converter kit dalam pompa ini merupakan salah satu solusi untuk beberapa lokasi tertentu yang kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) seperti bensin dan solar, sehingga ditambahkan converter kit untuk bisa digunakan full menggunakan bensin maupun full menggunakan gas, semua tergantung kebutuhan sehingga bisa dimanfaatkan. 

Pompa AP-S100 bertenaga hybrid ini mempunyai mempunyai dimensi 388,49 x 274 x 275,89 mm, dengan bobot 28 Kg. Debit air yang dihasilkan dari pompa ini adalah 0.7-1,2 meter kubik per menit. Meskipun tergolong besar dalam mengalirkan air, AP-S100 termasuk irit bahan bakar karena hanya mengkonsumsi bahan bakar gas sebanyak 1,7 kg/jam sedangkan untuk bensin sebanyak 2,37 kg/jam. Pompa ini juga dikemas dengan dilengkapi roda sehingga mudah dalam mobilitas ke berbagai lokasi. 

Pompa AP-S100 ini merupakan pengembangan pompa air jenis sentrifugal lama yang pernah dibuat oleh BBP Mektan, dan sudah diterapkan di Pinrang dan Probolinggo. Kemudian dimodifikasi ulang sehingga kemanfaatannya dapat menggunakan dual bahan bakar (hybrid). Saat ini, AP-S100 hybrid sudah bisa diperoleh masyarakat pengguna berkat adanya kerjasama lisensi non ekslusif dari BBP Mektan kepada   PT Pro Solusi Perkasa dan PT. Mitra Sarana Pertanian. (SU/Wira)

favicon sertifikasi
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
Jl. Tangkuban Perahu 517,Kotak Pos 8413 Lembang 40391 - Jawa Barat - Indonesia.

Twitter Feed

  • RT @balitsa_ivegri: Ini keripik Kentang Chidori dihasilkan dari olahan kentang varietas medians hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Jul. 28, 2018
  • RT @balitsa_ivegri: Tiga Mahasiswa asal Malaysia kunjungi Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
    Aug. 2, 2018

Waktu Pelayanan

  • Senin s/d Kamis
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 12.00 - 13.00 WIB
  • Jumat
    :.. 8.00 - 15.30 WIB
  • Istirahat
    : 11.30 - 13.00 WIB
Connect With Us